Bekasi > Laporan Utama

Waspada, Kejamnya Bapak Tiri di Bekasi Cabuli Anaknya Sejak Kecil

Jumat, 13 Oktober 2017 20:27 WIB
Editor : Muhammad Saiful Hadi | Reporter : Leny Kurniawati

Bapak tiri mencabuli anak di Bekasi.
Tersangka pencabulan yang dilakukan Bapak tiri kepada anaknya di Bekasi.
Foto : Leny Kurniawati

Share this








Tersangka pencabulan di Bekasi telah mencabuli anak tirinya sejak duduk di kelas 5 SD hingga kelas 1 SMK.

BEKASI - Tergiur dengan kemolekan tubuh anak, seorang bapak di Bekasi Selatan, Kota Bekasi tega mencabuli anak tiri. Ironinya, aksi bejat itu sudah dilakukan sebanyak puluhan kali selama empat tahun.

Kapolsek Bekasi Selatan Komisaris Dedi Wahyudi mengatakan, tersangka RS (47) diamankan penyidik tanpa perlawanan di rumahnya, di Jalan H. Umar Kampung Ceger, Jakasetia, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Kamis (12/10) malam. Penangkapan RS dilakukan atas laporan ibu korban yang tak lain istri tersangka WT (41) ke polisi.

Kepada polisi, WT berkata bahwa anak perempuannya NS (16) yang kini bertatus sebagai siswa kelas 1 SMK, disetubuhi sang suami. "Saat ibu korban pulang ke rumah, dia mendapati sang anak sedang disetubuhi oleh suaminya," kata Dedi pada Jumat (13/10).

WT mendadak berang. Namun bukannya meminta maaf, RS malah berlari ke kamar mandi untuk menyudahi nafsu birahinya dengan beronani. Karena itu, selama ini NS tidak pernah mengalami kehamilan.

Tidak terima sang anak digagahi, WT melaporkan hal ini ke polisi. "Saat diamankan, tersangka mengakui perbuatannya," ujar Dedi.

Menurut Dedi, tersangka telah mencabuli anak tirinya sejak NS duduk di kelas 5 SD. Namun saat itu, dia hanya meraba-raba tubuh korban saja. Ketika korban naik kelas 6 SD, tersangka mulai menyutubuhi NS dengan mengimingi sebuah benda yang diinginkan korban. "Tersangka memanfaatkan kepolosan korban yang masih di bawah umur untuk melakukan aksi bejatnya," jelas Dedi.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 81 UU Nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan hukuman penjara di atas 5 tahun. (Leny Kurniawati)