Jumat, 09 Februari 2018 18:07:00
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Indah Mulyanti
Situ Cibeurem
Situ Cibeurem
Foto : Indah Mulyanti
 

BEKASI - Pemerintah Desa Lambang Jaya, Kecamatan Tambun Selatan berharap agar destinasi wisata Situ Cibeurem dapat dikelola secara penuh oleh pihak Desa Lambang Jaya sendiri. Pasalnya, kepemilikan Situ Cibeurem sampai saat ini masih menjadi polemik di masyarakat Kabupaten Bekasi, khususnya Kecamatan Tambun Selatan. 

Kepala Desa  Lambang Jaya Kimblan Sahroni pun masih bingung terkait kepemilikan Situ Cibeurem. Kimblan mengira bahwa Situ Cibeurem sendiri adalah milik dinas pengairan.

"Menurut informasi masih belum jelas kepemilikannya. Katanya punya pengairan, sekarang lagi di godok di pusat, supaya diakuin sama pusat, setelah pusat (sudah mengakui) kan nanti di serahkan ke Pemda,” jelas Kimblan, Jumat (9/2).

Kimblan menyatakan, jika kepemilikam Situ Cibeurem jatuh di tangan Pemerintah Pusat, swakelola Situ Cibeurem sendiri akan otomatis menjadi kewenangan Pemdes Lambang Jaya. 

"Menurut informasi (setelah sampai ke pemerintah pusat), katanya akan diserahkan ke Kabupaten (Bekasi), Kabupaten secara otomatis sewa kelola nya ke pihak desa. Kan memang kita harapkan banget (kepemilikan Situ Cibeurem, red)," harap Kimblan.

Harapan Pemdes untuk bisa menjadi pengelola Situ Cibeurem karena diyakini menjadi sumber kehidupan bagi desa dan masyarakat setempat. Misalkan para warga sekitar bisa berdagang disekitar Situ.

"Artinya buat warga kita nantinya kan bisa buat dagang disitu (Situ Cibeurem)," ungkapnya.

Dalam mengambil langkah untuk swakelola Situ Cibeurem, pihaknya sudah menyiapkan rencana yang mendalam. Seperti cara mengelola, objek wisata dan anggaran untuk mengelola Situ hingga membuat peraturan yang mengatut Situ Cibeurem, seperti Perdes.

"Misalkan sudah diserahkan dari Pemda ke desa, kita kan kelola nya enak. Mau nanti buat pariwisata desa, trus kalo udah di kelola desa kan artinya di serahkan (dari) Kabupaten ke kita (Pemdes). Mau bikin Perdes (Peraturan desa) nya kek,” bebernya.

Sementara itu, seorang pemilik warung makan di Situ Cibeurem, Nunung Sardam juga mendukung jika Situ tersebut dikelola oleh pihak desa. Karena dengan dikelola nya Situ oleh pihak desa, Nunung yakin tempat wisata tersebut bisa semakin maju dan bisa menambah daya tarik wisatawan.

"Siapa tau kalo dikelola sama desa bisa makin maju, rapih dama bikin rame yang dateng kesini," harap Nunung.

Perlu diketahui, polemik keberadaan Situ Cibeurem sendiri tidak hanya kali ini saja terjadi. Beberapa waktu lalu, polemik juga terjadi karena pihak pengembang pertanahan sekitar membuat tembok pembatas Situ Cibeurem dengan perumahan ternama, yang dampak kendaraan roda empat tidak bisa masuk ke area Situ Cibeurem karena tembok pembatas tidak bisa dimasuki mobil. 

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda