Bekasi > Laporan Utama

Wacana Larang Sepeda Motor di Jalan Ahmad Yani-Bekasi Sarat Isu Bisnis

Kamis, 10 Agustus 2017 11:34 WIB
Editor : Wahyu AH | Sumber : DBS

Jalan Ahmad Yani-Bekasi
Istimewa
Foto : istimewa

Share this








Wacana larangan sepeda motor di Jalan Ahmad Yani, Bekasi terlihat janggal. Sarat kepentingan bisnis.

BEKASI – Wacana larangan sepeda motor di ruas Jalan Ahmad Yani kian berhembus kencang. Pemkot Bekasi pun tengah mempertimbangkan wacana dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek tersebut terkait dampak positif dan negatifnya.

Kesimpulan sementara, kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana, agak sulit terealisasi mengingat Jalan Ahmad Yani menjadi pusat bisnis dan pemerintahan. Serta, akses penghubung antara wilayah utara dan selatan.

Jadi, bila memang mau diterapkan butuh kajian mendalam. Satu hal yang harus dilakukan merancang rekayasa lalu lintas. “Kita juga harus paham solusi kendaraan roda dua akan dialihkan kemana,” tuturnya, Rabu (9/8/2017).

Ketua Dewan Transportasi Kota Bekasi (DTKB) Harun Al Rasyid juga pesimistis. Dia bahkan menuding, wacana itu sarat kepentingan bisnis Transjabodetabek trayek Summarecon Bekasi-Hotel Indonesia Jakarta.

“Pernyataan BPTJ bahwa kecepatan kendaraan di Jalan Ahmad Yani hanya 12 kilometer per jam itu salah,” ucapnya.

Baca Juga : Kini, Warga Jakarta Bisa Buat Paspor Via WhatsApp

Berdasar kajian DTKB, jarang terjadi kemacetan di ruas jalan tersebut. Kecuali saat momen-momen tertentu, seperti ada pertandingan bola di Stadion Patriot Chandrabaga, kecelakaan, dan lainnya.

“Jadi, terkesan janggal. Saya paham BPTJ ingin memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum. Kalau tidak berhasil, implikasinya ruas Jalan Ahmad Yani bisa semakin padat karena orang tetap lebih memilih gunakan kendaraan pribadi,” imbuhnya.