Bekasi > Laporan Utama

Menanti Upah Layak 2018

UMP Kabupaten Bekasi Tidak Sesuai Tuntutan Buruh

Selasa, 14 November 2017 20:19 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yusuf Bachtiar

upah buruh
Ilustrasi
Foto : istimewa

Share this








UMP Kabupaten Bekasi hanya sebesar Rp 3.837.939. Padahal, hasil survey buruh kebutuhan hidup meningkat sebesar 14 persen.

BEKASI – Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Bekasi Amir Mahfuz menegaskan, pihak buruh menolak hasil voting Dewan pengupahan. Sebab, angka kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMP) yang sudah ditetapkan masih belum cukup dan tidak sesuai dengan survey yang dilakukan pihak buruh tentang kebutuhan hidup layak.

Penetapan UMP Kabupaten Bekasi hanya Rp 3.837.939. Sedangkan buruh meminta Rp 4.217.000.

"Kita sesuai survey dimana kenaikan itu sebesar 14 persen, atau Rp. 640.000, kita menolak voting, pada saat rapat dewan pengupahan kita walk out," ungkapnya

Menurut Mahfuz, hasil voting rapat dewan pengupahan jelas menguntungkan pihak pengusaha. Bahkan, terkesan main mata karena sudah terlihat pemetaan suara voting dalam rapat. Dewan pengupahan sendiri dibentuk dari perwakilan pemerintah, pengusaha, buruh, dan akademisi.

"Dalam Dewan Pengupahan itu isinya ada unsur pemerintah sebanyak 16 orang, Apindo 8 orang, akademisi 1, pekerja 8, jadi kita kalah karena mereka berkoalisi jadi kita walkout." paparnya

Namun, pihak buruh sejauh ini berharap pemerintah bisa merealisasikan UMP sesuai kebutuhan hidup layak. "Tetap kita kawal sebelum ditetapkan Gubernur," tegasnya.