Kamis, 03 Mei 2018 09:22:00
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Leny Kurniawati
Penjabat Wali Kota Bekasi Ruddy Gandakusumah foto bersama dengan pengurus Forum Ulama Mujahid 212 Kota Bekasi.
Penjabat Wali Kota Bekasi Ruddy Gandakusumah foto bersama dengan pengurus Forum Ulama Mujahid 212 Kota Bekasi.
Foto : Leny Kurniawati
 

BEKASI - Penjabat Wali Kota Bekasi Ruddy Gandakusumah bersilaturahmi dengan Forum Ulama Mujahid 212 Kota Bekasi.

Perwakilan FUM 212, Ust Barkatullah dan rombongan menyatakan kesigapannya membantu pemerintah Kota Bekasi dan unsur terkait demi menjaga ketertiban dan keamanan wilayah.

"Dari forum ulama siap menjaga ketertiban keamanan demi Kota Bekasi yang aman, tertib, netral dan terkendali. Kami siap dukung sepenuhnya," kata Barkatullah yang juga menjabat Sekjen FPI Kota Bekasi kepada Infonitas.com, Rabu, (2/5/2018).

Menurutnya, FUM 212 perlu menyampaikan aspirasi yang menjadi pertimbangan para pimpinan Kota Bekasi. Pertama, menyangkut keterlibatan ASN atau ketidaknetralan ASN jelang pilkada 2018 yang baru-baru ini sempat mencuat bahkan melibatkan pejabat tinggi.

"Kita dari Forum Ulama Mujahid 212 ingin Kota Bekasi lebih maju dan aman terutama isu jelang pilkada dan netralitas PNS. Alhamdulillah berkesempatan langsung bertemu beliau," jelasnya.

Bahkan, diawal pertemuan pihaknya langsung menyampaikan hal tersebut dari beberapa informasi lainnya seperti mengenai kerawanan beredarnya miras oplosan yang merenggut anak muda Kota Bekasi. Masalah lainnya mengenai pendirian rumah ibadah yang bermasalah dari segi perizinan.

"Kota Bekasi dikenal kota religius dan miras selayaknya tidak beredar di sini. Kemudian kami pun tidak melarang pendirian rumah ibadah. Selaku forum kami sekali lagi tidak melarang tapi yang bermasalah saat dibawah waktu pengumpulan KTP warga," ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Pj Wali Kota Bekasi Ruddy Gandakusuma menegaskan, dalam menjalankan amanat Mendagri selain memastikan roda pemerintahan tetap berjalan juga salah satu tugasnya yakni mengajak ASN bersikap netral jelang pilkada. Bersikap netral menurutnya tetap memiliki hak berpolitik hanya pada saat waktu pencoblosan.

"Dari awal menjabat sudah saya mengingatkan agar ASN Kota Bekasi bersikap netral. Dan akan mengikuti regulasi bila mendapat laporan pelanggaran kode etik atau pelanggaran hukum aparatur. Kalau tersangkut hukum yang rugi diri sendiri sudah meniti jenjang karir dan imbasnya juga kepada keluarga," kata Ruddy.

"Kita serahkan proses pada Panwaslu. Lalu tugas saya  menindaklanjuti rekomendasi dari Komisi ASN untuk penjatuhan hukuman bisa di tingkatan ringan, sedang atau berat," tuturnya.

Tak hanya itu, mengenai peredaran miras, menurut Ruddy, pemkot Bekasi dengan Polres Metro Bekasi Kota, jajaran Kodim 0507, Kejaksaan Negeri sudah cukup solid sehingga miras tidak beredar di Kota Bekasi apalagi jelang bulan suci Ramadhan.

"Kami juga memiliki perwal peredaran miras dan sudah diatur. Koordinasi 3 pilar di wilayah dan dinas perdagangan Kota Bekasi terus berjalan baik dan zona zero miras bisa diujudkan," harap Ruddy.

Terkait pendirian rumah ibadah, pihaknya juga siap menerima masukan dari berbagai kalangan dan segera dikoordinasikan dengan Kesbangpol Kota Bekasi dan unsur aparatur wilayah guna memastikan proses pendirian rumah ibadah warga sesuai prosedur yang berlaku.

"Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran para ustad dan alim ulama dari beberapa kecamatan. Forum silaturahmi ini saya ingin tidak berhenti sampai di sini sebagai bagian dari amanah dan tugas kita mewujudkan Kota Bekasi yang aman dan damai," pungkas Ruddy

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda