Bekasi > Laporan Utama

Suka-Duka Penjual Bendera Jelang HUT Kemerdekaan RI

Jumat, 10 Agustus 2018 09:50 WIB
Editor : Fauzi | Reporter : Leny Kurniawati

Penjual Bendera
Ano di lapak jualan bendera miliknya.
Foto : Leny Kurniawati

Share this








Kendati hanya penjual bendera musiman setiap jelang HUT Kemerdekaan RI, Ano mengaku memiliki lokasi dagang yang sama setiap tahunnya.

BEKASI – Panas terik matahari tidak menyurutkan semangat Ano (32), penjual bendera musiman setiap menjelang HUT Kemerdekaan RI. Menggelar lapak dagangannya di pinggir Jalan Raya Curug, Jatiwaringin, Pondokgede, Kota Bekasi, Ano datang jauh-jauh dari Kota Garut.

Jauhnya jarak Garut – Bekasi tidak membuatnya kapok untuk kembali berdagang bendera di Kota Patriot setiap tahun. Lapak dagangannya pun sederhana, hanya bermodal tali dan tongkat untuk menjajakan aneka jenis bendera, umbul-umbul hingga backdrop berwaran Merah Putih. Tidak hanya bendera yang dijual tetapi ada juga berupa tongkat bendera dengan hiasan cat merah putih atau hanya polos dengan warna merah atau putih saja.
"Kalau untuk bendera, dijual dengan harga berbeda-beda dari kisaran harga Rp 15 ribu sampai Rp 185 ribu per bendera,” jelasnya.

Lebih jauh Ano mengatakan, jika kondisinya tengah ramai, dalam sehari ia bisa mengantongi keuntungan hingga Rp 500 ribu. Namun, ia juga mengaku pernah tidak ada pembeli sama sekali. “Kalau jualan bendera itu, sehari laku paling satu atau dua bendera. Jelang 17 Agustus biasanya ramai, nah keuntungan bisa dilihat dari hasil keseluruhan sampai selesai dagang nanti. Enggak bisa dilihat per hari,” urainya.

Ia menambahkan, sebagai penjual bendera musiman jelang HUT Kemerdekaan RI, ia selalu memilih lokasi berjualan yang sama, lokasi yang menjadi favoritnya beberapa tahun terakhir untuk berjualan bendera.