Rabu, 08 November 2017 19:58:00
Editor : Fauzi | Reporter : Leny Kurniawati
SPSI Kota Kabupaten Bekasi Minta UMK Bekasi Naik 10 Persen
Demo buruh dari FSPMI Kabupaten Bekasi di depan Komplek Pemkab Bekasi.
Foto : Yusuf Bachtiar
 

BEKASI – SPSI Kota Kabupaten Bekasi tetap meminta UMK Bekasi kota maupun kabupaten tahun ini naik sebesar 10 persen, meski terkendala PP No.78 Tahun 2015 tentang Pengupahan yang membatasi kenaikkan upah tidak lebih dari 9 persen. "Kami tetap upayakan kenaikan UMK bisa sampai 10 persen," ungkap Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota dan Kabupaten Bekasi Abdullah kepada Infonitas.com, Rabu (8/11).

Abdullah menilai penghitungan angka inflasi nasional sebagai pertimbangan besaran UMK dianggap besaran politis. Pihaknya juga tidak percaya, bahwa nilai inflasi nasional yang ril hanya tiga persen. Lanjut Abdullah, ia menegaskan dirinya akan berusaha memperjuangkan kenaikan upah hingga taraf layak.

Menurutnya, saat ini pekerja merupakan kelompok masyarakat yang berperan sebagai produsen dan konsumen, sehingga, ketika upah mereka diberikan rendah maka daya beli pun akan ikut rendah.

Dengan rendahnya daya beli secara nasional, maka produksi sektor industri apapun akan rendah. Kecuali permintaan produksi sektor otomotif, seluruh sektor industri lainnya menurun. "SPSI Kota Kabupaten Bekasi akan berjuang sampai saat ini, karena sesuai ketentuan, paling lambat besaran UMK Bekasi tersebut akan diputuskan 40 hari sebelum tanggal 1 Januari 2018," tuntasnya.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda