Minggu, 13 Mei 2018 14:59:00
Editor : Wahyu AH | Reporter : Leny Kurniawati
Rumat Pasarkan Produk BPPT
Rumat kerjasama dengan BPPT.
Foto : Leny Kurniawati
 

BEKASI - Rumah Perawatan Umat (Rumat) sebagai salah satu jaringan perawatan luka diabetes memasarkan sejumlah produk hasil penelitian dan pengembangan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Kerjasama antar kedua lembaga tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU bertempat di The Evitel Hotel, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Minggu (13/5/2018).

Menurut Ketua Balai Inkubator Teknologi BPPT Anugerah Widiyanto mengatakan, dengan kerjasama tersebut, ia berharap sejumlah produk hasil penilitian BPPT bisa dipasarkan ke masyarakat.

Apalagi, kata dia, banyak sekali produk penilitian yang mengandung nilai manfaat untuk masyarakat. "Kita punya banyak produk hasil penilitian tapi untuk memasarkan ke masyarakat kita kesulitan. Melalui kerjasama ini diharapkan produk-produk hasil penilitan kami bisa sampai ke masyarakat," kata dia.

Ia juga menjelaskan alasan menggandeng Rumat, sebab Rumat memiliki pangsa pasar yang luas dan kebetulan produk penilitian BPPT sesuai dengan kebutuhan Rumat.

"Produk-produk yang kami kerjasamakan ini sesuai dengan kebutuhan Rumat. Yakni, produk untuk penderita diabtes dari mulai black garlic, beras sagu, hingga magneo plus," jelasnya.

Sementara, Direktur Utama Rumat Dadang Suharto mengatakan, dengan kerjsama ini ia berharap nantinya masyarakat khususnya penderita diabetes di Indonesia bisa mendapat obat-obatan berkualitas untuk pengobatan sakit yang mereka derita.

"Kita ingin masyarakat terutama penderita diabetes ini bisa sembuh. Semoga dengan kerjasama ini nantinya masyarakat akan mendapat manfaat dari produk-produk hasil penelitian BPPT," kata dia.

Dadang menambahkan, pilihan BPPT menggandeng Rumat memasarkan produk adalah pilihan tepat, mengingat Rumat memiliki banyak pasien yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Satu bulan pasien kita mencapai tiga puluh ribu. Jadi dengan pangsa pasar yang sudah ada, maka saya kira akan mudah memasarkan produk hasil penilitian BPPT," jelasnya.

Soal penderita diabetes, Dadang mengungkap fakta bahwa Indonesia menduduki peringkat kelima dunia. Bahkan, pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) banyak yang dari penderita diabetes.

"Penanganan diabetes menjadi fokus Rumat apalagi yang sudah menderita luka kronis," pungkasnya.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda