Selasa, 25 September 2018 13:22:00
Editor : Fauzi | Sumber : DBS
Rahmat Effendi Bantah APBD Kota Bekasi 2018 Defisit
Walikota Bekasi Rahmat Effendi.
Foto : Leny Kurniawati
 

BEKASI – Walikota Bekasi Rahmat Effendi memastikan, Pemkot Bekasi bakal memangkas Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) sebesar 40 persen. Namun, ia membantah jika pemotongan ini terkait dengan APBD Kota Bekasi 2018 yang dinilai defisit.

“Besaran TPP mencapai 40 persen. Sekarang saya mencontohkan, dengan memangkas 40 persen biaya operasional. Nanti pejabat lain, termasuk pegawai (non-jabatan) juga (dipotong) 40 persen,” ujar pria yang akrab disapa Pepen ini, Senin (24/9).

Pemotongan ini sendiri, dipastikan Pepen tidak terkait dengan APBD Kota Bekasi 2018 yang ramai diberitakan defisit sebesar Rp 900 miliar pada triwulan ketiga atau September 2018. Menurutnya, penggunaan APBD Kota Bekasi 2018 senilai Rp 5,6 triliun tersebut, rangkaiannya dari Januari – Desember (setahun).

Politisi Partai Golkar ini menekankan, pihaknya menyusun anggran dengan sistem berimbang. Menurutnya, kabar defisit ini tidak terlepas dari transisi pemerintahan yang diikuti denga penurunan kinerja dan dipolitisasi dengan dikatakan defisit. “Kalau dibilang September defisit, itu kepentingan politik yang ingin merusak sistem autopilot yang kami bangun,” tegasnya.

Rahmat Effendi mengatakan, dengan pemotongan TPP ini, pihaknya bisa menghemat APBD Kota Bekasi 2018 hingga Rp 67 miliar. Selain itu, Pemkot Bekasi menurutnya juga melakukan berbagai langkah penghematan lainnya. Seperti, menghilangkan pengadaan makanan dan minuman saat rapat koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu. “Dengan begitu, kita berharap anggaran daerah bisa dihemat hingga Rp 600 miliar hingga Desember 2018,” pungkasnya.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda