Bekasi > Laporan Utama

Prospektifnya Bisnis Hotel Di Kota Bekasi

Jumat, 14 September 2018 16:49 WIB
Editor : Fauzi | Reporter : Leny Kurniawati

Aston Imperial Bekasi Hotel & Conference Center
Aston Imperial Bekasi Hotel & Conference Center
Foto : istimewa

Share this








Mayoritas pemasukan bisnis hotel di Kota Bekasi disokong oleh adanya kegiatan MICE. Tingkat okupansinya berkisar antara 70 – 80 persen.

BEKASI – Perkembangan bisnis hotel di Indonesia beberapa tahun belakangan dinilai positif dan terus berkembang. Salah satu daerah yang diyakini bersahabat bagi bisnis ini adalah kawasan timur Jakarta, seperti Kota Bekasi dan kawasan Cibubur.

GM Aston Imperial Bekasi Hotel & Conference Center Jerry Rolando Sirait mengatakan, market bisnis hotel di Indonesia saat ini umumnya baik, dengan tingkat okupansi di kisaran 70 – 80 persen, plus average growth di tiap daerah sekira 5 – 10 persen.

“Bisnis hotel di kawasan ini ditunjang dengan kebutuhan kegiatan bisnis, mulai dari rapat, tempat pertemuan bisnis, hingga tempat tinggal ekspatriat. Selain itu, banyaknya pemukiman di kedua kawasan ini, juga membutuhkan sarana penunjang fasilitas alternatif untuk berlibur yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal. Karena itu bisnis hotel di kedua kawasan ini sangat baik dan prospektif. Data yang ada, sepanjang 2010-2017 ada pertambahan sekira 30 hotel, mulai dari hotel budget hingga bintang 5, atau rata-rata empat hotel per tahun,” ungkapnya.

Jerry mengatakan, pelemahan Rupiah yang terjadi belakangan ini tentu berpengaruh terhadap bisnis perhotelen, terlebih jika pelemahan ini berkepanjangan. Imbas yang langsung dirasakan, perusahaan atau instansi mengurangi pengeluaraan, termasuk pengeluaraan untuk mengadakan kegiatan di luar, seperti meeting di hotel. Imbasnya pendapatan hotel turun, seperi efek domino pembelian bahan baku untuk kebutuhan hotel dari vendor atau supplier juga menurun. Padahal, dari segi bisnis besaran persentasi pemasukan hotel itu 55 persen dari kegiatan meeting atau MICE, kamar 44 persen dan pencapatan minor seperti spa, laundry dan telepon sebesar 5 persen,” paparnya.

Ditambahkan olehnya, kedepan harapannya pemerintah memberikan dukungan untuk pengembangan bisnis hotel timur Jakarta, khususnya di Kota Bekasi dan kawasan Cibubur.