Bekasi > Laporan Utama

Menanti Upah Layak 2018

Politisi: Ekonomi Lesu, Upah Buruh di Bekasi Jangan Membebani

Selasa, 14 November 2017 16:33 WIB
Editor : Fauzi | Reporter : Leny Kurniawati

Wasekjen Perindo
Wasekjen DPP Perindo Bidang UMKM Henky Eko Sriyantono
Foto : Leny Kurniawati

Share this








Bila upah buruh dipaksakan naik secara drastis di tengah kondisi ekonomi lesu saat ini, banyak pengusaha di Bekasi terancam gulung tikar dan angkat kaki.

BEKASI – Jika tidak ada perubahan, UMK Kota Bekasi 2018 akan naik sebesar 8,71 persen atau menjadi Rp 3.914.933. Wasekjen DPP Perindo Bidang UMKM Henky Eko Sriyantono mengatakan, adanya permintaan kenaikkan upah buruh saat ini dirasa memberatkan pengusaha. Sebab, kondisi ekonomi lesu saat ini, menyebabkan daya beli masyarakat turun. Imbasnya terhadap penyerapan produk di pasaran.

“Idealnya, kenaikkan upah buruh diimbangin dengan kenaikkan produktivitas akibat permintaan pasar. Saat ini, ekonomi lesu menyebabkan penyerapan produk menurun, produktivitas juga menurun,” jelasnya, Selasa (14/11).

Lebih jauh ia mengatakan, untuk sektor ritel, ada kecenderungan terus terjadi penurunan, dimana terjadi perubahan tingkah laku konsumen ke arah online. Ini memengaruhi keberlangsung toko offline yang notabene memiliki pekerja.

“Pemerintah bisa meningkatkan daya beli masyarakat, lewat stimulus untuk mendorong pemerataan kesejahteraan. Ini akan memengaruhi daya beli. Apabila upah buruh dipaksakan naik secara drastis tanpa memperhitungkan kondisi ekonomi lesu saat ini, akan banyak pelaku usaha gulung tikar, bahkan investor asing akan angkat kaki dan memindahkan produksinya ke negara lain yang lebih baik dari Indonesia,” pungkasnya.