Bekasi > Laporan Utama

Pilkada Kota Bekasi 2018

Pilkada Bekasi, PDIP Usung Petahana Rahmat Effendi-Tri Adhianto

Kamis, 11 Januari 2018 14:30 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Leny Kurniawati

Bakal calon (balon) Walikota Rahmat Effendi (kiri) dan Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto (kanan) menunjukkan salam dua jari usai melakukan pendaftaran di Kantor KPU Bekasi, Jawa Barat, Rabu (10/1) malam. -  sumber : Antara
Bakal calon (balon) Walikota Rahmat Effendi (kiri) dan Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto (kanan) menunjukkan salam dua jari usai melakukan pendaftaran di Kantor KPU Bekasi, Jawa Barat, Rabu (10/1) malam. - sumber : Antara
Foto : istimewa

Share this








PDIP Kota Bekasi akhirnya mengusung petahana Rahmat Effendi-Tri Adhianto maju dalam Pilkada Kota Bekasi 2018.

BEKASI - Menjelang pendaftaran bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi di KPU, PDI Perjuangan memutuskan bergabung dengan koalisi besar. Ya, koalisi tersebut yang mengusung petahana Rahmat Effendi yang berpasangan dengan calon wawalkot Tri Adhianto. Dengan begitu, Pilkada Kota Bekasi dipastikan diikuti dua pasangan calon saja.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi Anim Imanudin mengatakan, kader yang diusungnya Sumiyati Mochtar Muhammad-Lilik Haryoso menyatakan tidak siap untuk bertarung di Pilkada Kota Bekasi tahun ini. Keduanya konfirmasi pada malam ini bahwa tidak siap.

"Surat rekomendasi dikembalikan ke DPP, dan DPP memutuskan bergabung untuk mengusung petahana," kata Anim di kantor KPU Kota Bekasi, Jalan Juanda, Rabu (10/1) kemarin malam.

Dengan bergabungnya PDIP, maka pasangan Rahmat Effendi-Tri Adhianto diusung enam partai dengan jumlah kursi mencapai 37 di DPRD. Partai itu antara lain, Golkar, Demokrat, PPP, PAN, Hanura, PKB, dan PDI Perjuangan. Dua partai lain hanya menjadi pendukung yaitu Nasdem dan PKPI.

Ketua Bapilu DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi Nicodemus Godjang mengatakan, dua kadernya dipastikan mendapatkan sanksi organisasi. Sanksi paling berat yaitu pemecatan karena tak mengindahkan tugas partai.

"Kami bergabung dengan Golkar karena ideologi, tidak mungkin gabung dengan PKS," tutupnya