Bekasi > Laporan Utama

Pekerja Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta Keluhkan Beda Kesejahteraan

Jumat, 13 April 2018 14:06 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Leny Kurniawati

Ilustrasi pekerja jalan tol
Ilustrasi pekerja jalan tol. (foto: cnnindonesia)
Foto : istimewa

Share this








Pekerja yang tergabung dalam Serikat Karyawan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (SKJLJ) mengeluhkan adanya perbedaan kesejahteraan karyawan baru dan lama.

BEKASI - Salah satu pekerja tol mengeluhkan adanya perbedaan kesejahteraan. Hal ini merupakan bagian dari protes atas tindakan PT Jasa Marga yang dinilai pekerja di Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JLJ). JLJ merupakan anak usaha PT Jasa Marga yang menaungi ribuan petugas di gerbang tol.

Menurut salah satu Anggota Serikat Karyawan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (SKJLJ), Ahmad Irfan ada perbedaan antara karyawan lama dengan yang baru. Pasalnya yang menjadi masalah honor tidak sesuai dengan undang-undang yang ada khususnya mengenai undang-undang terkait kesejahteraan para pekerja.

Misalnya, kesejahteraan di karyawan yang baru, jika dibandingkan dengan karyawan lama bisa dibilang sudah sejahtera. “Ada perbedaan antara karyawan lama dengan yang baru sebelum tahun 2015 sudah setara sedangkan yang masuk periode 2015 hingga sekarang jumlahnya hampir 317 orang mengeluhkan kesejahteraan," kata Irfan.

Idealnya dari kesejahteraan secara poin bisa mencapai 0,5 persen bisa 18 hingga 20 kali gaji dalam setahun. Dihitung dari gaji selama setahun, dihitung dari THR, atau bonus lainnya.

Bahkan, dari 317 karyawan tersebut saat ini sedang melayangkan gugatan ke pihak Jasa Marga. “Sekarang kami lagi menunggu berkas untuk legalitas hasil putusan sidang,” pungkas Irfan.