Kamis, 11 Januari 2018 17:41:00
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Yusuf Bachtiar
Mimpi Djamal Budidaya Ternak Puyuh di Desa Lambangsari
Djamal Abdurahman dengan budidaya ternak burung puyuh miliknya
Foto : Yusuf Bachtiar
 

BEKASI - Ketua Karang Taruna Desa Lambang Sari, Djamal Abdurahman bermimpi dapat mengembangkan budidaya ternak puyuh sebagai program serentak Unit Karang Taruna se-Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Budidaya ternak puyuh, kata dia, merupakan program yang sempat diajukan ke pemerintah Desa Lambangsari, namun sampai saat ini urung dilaksanakan.

"Program ini sudah pernah saya tawarkan, namun sampai sekarang belum ada tindak tanduk dari Pemdes," katanya saat dijumpai Infonitas.com, Kamis (11/1/2018).

Dia mengaku, sangat serius untuk menjalankan program tersebut. Lantaran pilot project budidaya puyuh sudah dijalankan sejak Agustus 2017.  Dia kembangkan ternak puyuh tersebut dikediamannya sendiri.

Bisnis ternak puyuh, menurutnya, sangat menjanjikan.  Dari pilot project itu, Djamal bisa menakar keuntungan sekitar Rp 6 juta per bulan. 

Dia berkisah, awal untuk memulai ternak puyuh, dirinya membeli bibit telur puyuh sebanyak 1.500 butir. Dari bibit itu, dia berhasil menetaskan 400 burung Puyuh yang kemudian dijadikan indukan.

"Dari 400 itu saya kembangbiakan lagi, terus berkembang sampai 3.000 ekor," katanya

Burung puyuh, kata dia, merupakan salah satu komoditi ternak yang paling mudah dan cepat perkembangbiakannya.  Jika ayam atau bebek harus melalui 21 hari untuk menetas, sedangkan puyuh hanya 17 hari. Setiap harinya puyuh juga bisa menghasilkan satu butir telur.

"Setiap hari pasti bertelur, harga satu butirnya Rp 300 rupiah. Jika dikali 3.000 itu bisa menghasilkan 9 juta. Dipotong biaya pakan sekitar Rp 3 juta per bulan. jadi saya bisa kantongi Rp 6 Juta per bulan bersih," jelasnya

Sebagai ketua karang taruna dia bermimpi ingin mengembangkan bisnis ternak tersebut ke setiap unit RW di Desa Lambangsari. namun impiannya itu belum juga terlaksana lantaran pihak Pemdes uruk merealisasikan programnya.

 

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda