Rabu, 06 Desember 2017 09:27:00
Editor : Arif Muhamad Rian | Reporter : Indah Mulyanti
LRT Bekasi-Cawang-Dukuh Atas Ditargetkan Rampung Tahun 2019
Proyek Light Rapid Transit (LRT) Cawang - Dukuh Atas, Jakarta Selatan.
Foto : Ronald Tanoso
 

BEKASI - Beberapa tahun lalu Bekasi sempat menjadi bahan "olok-olok" di sosial media. Dengan kawasan yang panas, lalu lintas yang macet, polusi menjadikan Bekasi seolah berada jauh dari Jakarta.

Melihat hal ini, Pemerintah Pusat mengambil langkah dengan membangun beberapa proyek infrastruktur guna mencegah kemacetan di Bekasi. Salah satunya membangun Light Rapid Transit (LRT) moda transportasi massal.

Pejabat Pembuatan Komitmen Prasarana LRT Jabodetabek Perhubungan Jumardi mengatakan, Pembangunan LRT Bekasi Timur-Cawang-Dukuh Atas ditargetkan selesai dan beroperasi pada tahun 2019.

"Sampai bulan September 2017, pembangunan LRT tercatat telah mencapai 19,219 persen. Untuk lintas pelayanan Cawang-Cibubur progresnya 36,840 persen, untuk lintas pelayanan Cawang-Dukuh Atas progresnya 5,245 persen, sedangkan untuk lintas pelayanan Cawang-Bekasi Timur telah mencapai 20,594 persen," ucapnya, Rabu (6/12/2017).

Jumardi melanjutkan, dengan adanya LRT tentu akan sangat menguntungkan masyarakat salah satunya dari segi waktu. "Jarak waktu tempuh dari Bekasi-Dukuh Atas hanya sekitar 40 menit. Jika dibanding dengan menggunakan kendaraan bisa menempuh waktu 2 jam. Tentunya pengguna LRT bisa memprediksi waktu sampai ketujuan kita," tuturnya.

Selain menghemat waktu, kata Jumardi, tarif moda transportasi massal ini sangat terjangkau. "Untuk tarif jauh dekat sebesar Rp 12 ribu, jika dibanding dengan bus dari Bekasi - Cibubur saya bisa sampai Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu," ujarnya.

Ia mengatakan, sudah selayaknya pembangunan LRT ini mendapat dukungan dari semua pihak, karena keberadaan LRT akan memberikan dampak positif yang besar terhadap perkembangan Bekasi. "Kalau memang saat ini, ada warga yang menempati lahan untuk pembangunan Depo, tentu perlu dicari upaya yang baik dalam menyelesaikannya. Disatu sisi, pembangunan LRT tetap berjalan sesuai dengan jadwal, dan disisi lain warga yang menempati lahan tersebut juga memahami, bahwa mereka menempati lahan yang bukan haknya," tutupnya.

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda