Bekasi > Laporan Utama

KPAID Bekasi : Banyak Warga Enggan Melapor Kasus Kekerasan Anak

Kamis, 11 Januari 2018 17:08 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Yusuf Bachtiar

Ilustrasi (Ist)
Ilustrasi (Ist)
Foto : istimewa

Share this








Banyak warga Bekasi yang masih enggan melapor kala terjadi kasus kekerasan terhadap anak.

BEKASI - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Bekasi Muhammad Rojak mengakui banyak masyarakat yang belum melapor kala terjadi kasus kekerasan terhadap anak.

Menurutnya hal itu berangkat dari ketidaktahuan masyarakat bahwa di Kabupaten Bekasi telah ada KPAID.

"Tahun 2017 kita sudah sosialisasi mengenai KPAID di 5 kecamatan. Kita sosialisasi saat rapat minggon, memberitahu masyarakat bahwa kita ada KPAID dan apabila ada kasus bisa melapor ke kami," jelasnya, Kamis (11/1/2018).

Lima kecamatan yang telah disambangi KPAID ialah Tambun Selatan, Cikarang Barat, Setu, Sukatani dan Cibitung.

"2018 kita masifkan sisa kecamatan yang belum kita sosialisasi. Termasuk rapat minggon sosialisasi perlindungan anak ke desa-desa," ujar Rojak.

Menurutnya masyarakat jangan takut melapor, pihaknya memyediakan akses untuk  masyarakat pro aktif jika menemukan kasus yang berkenaan dengan anak seperti kekerasan, pelecehan seksual, bullying bahkan soal hak asuh.

"Pertama, melalui website Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dengan alamat di www.kpai.go.id/formulir-pengaduan," katanya

"Kedua melalui nomor pusat pengaduan KPAI pusat pada 021 31901556 atau faks 021 3900833, lalu surel pengaduan@kpai.go.id pada jam kerja 09.00-15.00 WIB," tambahnya

Lalu yang ketiga Kata Rojak, datang langsung ke Kantor KPAID Kabupaten Bekasi di Lantai 2 Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat.

"Jadi ketiga akses itu bisa digunakan masyarakat untuk ikut pro aktif membantu KPAID Kabupaten Bekasi melindungi anak-anak kita agar terhindar dari segala ancaman," tandasnya