Bekasi > Laporan Utama

Kota Bekasi Berusia 20 Tahun

Jumat, 17 Maret 2017 10:30 WIB
Editor : | Reporter : Leny Kurniawati

Kota Bekasi
Kota Bekasi
Foto : Ibnu Wibowo

Share this








Menginjak usia 20 tahun, pembangunan Kota Bekasi sangat pesat.

Info Utama - 10 Maret 2017, Kota Bekasi menginjak usia 20 tahun. Di usia yang tak mudah itu, Kota Bekasi mengalami berbagai perubahan begitu pesat. Di sektor ekonomi, Kota berpenduduk lebih dari 2 juta jiwa itu, dahulu dikenal sebagai kawasan pemukiman, kini menjadi daerah bisnis, ditandai hadirnya sentra-sentra perekonomian dan perdagangan.

Sejak lima tahun terakhir, pembangunan properti Kota Bekasi juga semakin menggurita. Selain pusat perbelanjaan modern dan hunian cluster berkelas mewah, berbagai apartemen juga berdiri. Hebatnya, hunian jangkung berharga sekitar Rp 400 juta itu selalu sukses di pasaran. Apartemen selalu sold out saat dipasarkan tahap pertama. 

Setahun lalu, Kota Bekasi menetapkan tahun 2016 sebagai momentum pembangunan infrastruktur dan utilitas. Itu bukan berarti pembangunan infrastruktur di Kota Bekasi tak berjalan. “Kami ingin infrastruktur di Kota Bekasi tertata dengan baik demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu.

Syaikhu menambahkan salah satu variabel mencapai kesejahteraan adalah infrastruktur seperti jalan. Banyaknya akses jalan yang bisa ditempuh masyarakat akan berdampak secara ekonomi sehingga meningkatkan roda perekonomian. Perbaikan infrastruktur efektif meningkatkan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Pada tahun 2016 angka IPM Kota Bekasi terbaik kedua se Provinsi Jawa Barat. Prestasi itu satu tingkat di bawah Kota Bandung dengan selisih 0,3 persen. Syaikhu yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Jawa Barat mengatakan angka IPM merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan pemerintah daerah.

Syaikhu mengungkapkan beberapa wilayah perlu ditingkatkan infrastrukturnya. Antara lain Pondok Gede, Bekasi Selatan, Pekayon, serta Bantargebang. “Pekerjaan infrastruktur jalan dipadukan dengan infrastruktur saluran. Karena itu, pengerjaan jalan disinergikan dengan pembuatan saluran sehingga hasilnya maksimal,” tuturnya.

Untuk mencanangkan pembangunan infrastruktur, Kota Bekasi menyiapkan dana lebih dari Rp 500 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Anggaran itu belum termasuk yang bersumber dari pemerintah pusat. “Tahun 2016 kami membangun rumah sakit, pedestrian, gedung perkantoran, sekolah, dan lain-lain,” ujar Syaikhu.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Bekasi Purnomo menilai perkembangan infrastruktur belum maksimal meski 2016 disebabkan sebagai tahun infrastruktur. “Pembangunan Kota Bekasi lebih banyak dilakukan pihak luar seperti pemerintah pusat dibanding yang dilakukan pemerintah daerah,” ujarnya.

Setelah menggenjot pembangunan infrastruktur, setahun kemudian, pada tahun 2017, Kota Bekasi kembali menetapkan sebagai tahun investasi. Pemerintah Kota Bekasi menyadari setelah infrastuktur memadai, maka investor akan tertarik. “Kalau infrastruktur tidak rapi, maka mustahil investor akan tertarik,” kata Syaikhu.

Salah satu sektor investasi yang dilirik adalah kuliner. Kota Bekasi memang memiliki beragam pusat perbelanjaan. Di semua pusat perbelanjaan tersebut dilengkapi sentra-sentra kuliner. “Saya berharap pengusaha memberikan masukan konstruktif ke pihak pemerintah agar dunia bisnis makin bergairah,” ujarnya.