Bekasi > Laporan Utama

Pilkada Kota Bekasi 2018

Koaliasi Gerindra PKS Tak Gentar Petahana di Pilkada Kota Bekasi

Kamis, 11 Januari 2018 11:39 WIB
Editor : Fauzi | Reporter : Leny Kurniawati

Nur Supriyanto Adhy Firdaus
Nur Supriyanto - Adhy Firdaus saat memberikan keterangan pers usai pendaftaran.
Foto : Leny Kurniawati

Share this








Dalam Pilkada Kota Bekasi 2018, koalisi Gerindra PKS hanya memiliki 13 kursi. Sementara, petahana yang didukung koalisi besar memiliki 37 kursi.

BEKASI – Meski hanya diusung oleh koalisi Gerindra PKS dengan total 13 kursi di DPRD Kota Bekasi, bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bekasi 2018 Nur Supriyanto – Adhy Firdaus pede mengarungi Pilkada Kota Bekasi 2018.

Padahal, lawannya adalah petahan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang bersanding dengan Tri Adhianto. Pasangan ini didukung kolisi besar 9 partai, Golkar, PAN, PDI Perjuangan, PPP, Demokrat, Hanura, Nasdem, PKB dan PKPI dengan 37 kursi di DPRD Kota Bekasi.

"Saya dengan Pak Adhy siap maju head to head‎. Memimpin masyarakat Kota Bekasi 10 tahun ke depan (dua periode). Tidak ada sesuatu yang berat karena ujungnya adalah nanti pemilihan di TPS (tempat pemungutan suara), bukan pemilihan di partai politik. Oleh karena itu, saya tegaskan mulai hari ini, Insya Allah, sampai 27 Juni (tanggal pencoblosan) akan turun bertanya ke masyarakat, akan pilih pasangan mana, untuk pemimpin lima tahun ke depan. Karena merekalah yang akan memilih sesuai pilihannya pada 27 Juni nanti. Tidak ada sesuatu yang berat," ungkap calon Wali Kota Bekasi, Nur Supriyanto, Rabu (10/1) kemarin malam saat ditemui infonitas.com di Media Center KPU Kota Bekasi.

Lanjutnya, masyarakat Kota Bekasi merupakan masyarakat yang cerdas, tahu mana yang terbaik dan tidak dan hampir semuanya akan menentukan pilihannya. Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS ini menambahkan, koalisi PKS dan Gerindra di Kota Bekasi bukan meniru di Pilkada DKI Jakarta, beberapa waktu lalu. ‎

"Ini sesuatu yang terjadi secara alamiah. PKS dengan Gerindra memang sudah solid, bekerja sama bukan hanya di Jakarta, tapi di berbagai wilayah karena DPP kita cukup akrab, cukup harmonis bekerja sama, dan sulit untuk dipisahkan. Namun, dengan adanya pasangan ini dalam Pilkada Kota Bekasi 2018, bukan rekayasa kami, mungkin Allah yang merekayasa, sama seperti yang terjadi di DKI," tuturnya.