Bekasi > Laporan Utama

Keluarga Tolak Otopsi Jenazah Karyawan Bank DKI Tewas di Bekasi

Jumat, 10 November 2017 10:16 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Leny Kurniawati

Surat pernyataan penolakan otopsi oleh pihak keluarga.
Surat pernyataan penolakan otopsi oleh pihak keluarga.
Foto : Leny Kurniawati

Share this








Pihak keluarga sepakat menolak dilakukan otopsi terhadap Tri Herlambang, karyawan Bank DKI yang tewas di kontrakannya di Bekasi, Kamis (9/11)

BEKASI – Keluarga korban Tri Herlambang (35), seorang karyawan Bank DKI yang ditemukan tewas di kontrakannya, Kamis (9/11), menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah almarhum. Penolakan tersebut ditunjukan dalam sebuah surat pernyataan yang ditandatangani pihak  keluarga.

Dalam surat pernyataan yang ditandatangani adik korban bernama Indra Purbaya (33, keluarga sepakat menolak dilakukan otopsi. Pasalnya menurut pihak keluarga diketahui korban memiliki riwayat  penyakit maag kronis.

“Kami sekeluarga sudah mengikhlaskan meninggalnya kakak kami di kontrakannya yang berlokasi di Jalan Gabus Raya RT 02 RW 02, No. 197, Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, sejak pukul 10.30 WIB,” kata Kasubag Humas Polres Kota Bekasi Kompol Erna Ruswing, saat membacakan surat pernyataan di depan awak media, Kamis (9/11).

Sebelumnya Erna menjelaskan, korban tersebut bernama Tri Herlambang (35) bekerja sebagai karyawan Bank DKI. Mayat Tri kali pertama ditemukan oleh saksi mata yang juga penjaga warung kopi di sekitar lokasi penemuan mayat bernama Redy (24).

“Saksi mencium bau busuk yang awalnya dikira bangkai hewan sekitar pukul 03.00 WIB. Kemudian pada pukul 10.30 WIB, saksi melaporkan kepada pihak RT dan pengelola kontrakan. Saat ditelusuri ditemukan korban sudah tidak bernyawa dalam keadaan sekujur tubuh bengkak dan hitam,” jelasnya.