Bekasi > Laporan Utama

Pilkada Kota Bekasi 2018

Jelang Pilkada Kota Bekasi, Mochtar Mohamad Sindir Soal Kartu

Jumat, 08 Desember 2017 15:50 WIB
Editor : Fauzi | Reporter : Indah Mulyanti

Mochtar Mohamad 2
Mochtar Mohamad bersama pengurus DPC PDIP Kota Bekasi.
Foto : Indah Mulyanti

Share this








Mochtar Mohamad ingin merealisasikan program yang menguatkan program nasional, jika memenangi Pilkada Kota Bekasi. Bukan mengeluarkan ‘kartu tidak jelas’.

BEKASI – Jika terpilih sebagai wali kota dalam Pilkada Kota Bekasi 2018, Mochtar Mohamad akan menitik beratkan persoalan pendidikan, sebagai salah satu fokus kepemimpinannya kelak.

Politisi PDIP ini ingin Kota Bekasi memiliki pendidikan berkualitas, salah satu caranya dengan mencanangkan program wajib belajar 16 tahun, dimana Pemkot Bekasi akan membiayai warga untuk kuliah di perguruan tinggi.

"Nanti kita gandeng perguruan tinggi di Bekasi. Satu perguruan tinggi menerima lima ratus mahasiswa. Mereka kuliah gratis dengan beasiswa Pemkot Bekasi. Khususnya bagi anak kurang mampu," ujarnya kepada Infonitas.com, Jumat (8/12/2017).

Dengan adanya program wajib belajar 16 tahun, politisi berdarah Gorontalo ini ingin generasi muda Kota Bekasi menjadi cerdas dan berkualitas, sehingga memiliki daya saing secara global. "Kita mau SDM berkualitas, makanya saya ingin anak-anak Bekasi bisa mengenyam pendidikan sampai kuliah," tandasnya.

Selain pendidikan, Mochtar Mohamad juga ingin merealisasikan fokus dunia kesehatan, jika memenangi Pilkada Kota Bekasi 2018, lewat program BPJS Kesehatan, seperti kebijakan nasional. "Kita bayari iuran BPJS warga. Tahun pertama untuk kelas tiga, tahun berikutnya naik menjadi kelas dua, sampai pada kelas satu. Jadi, kita perkuat kebijakan nasional. Bukan perbanyak kartu-kartu yang tidak jelas," tutupnya.