Bekasi > Laporan Utama

Jelang Pilgub Jabar, PDIP Diserang Ujaran Kebencian

Minggu, 14 Januari 2018 16:47 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Yusuf Bachtiar

Bukti screenshoot ujaran kebencian yang dilakukan akun Facebook atas nama Barry Sobari milik AS.
Bukti screenshoot ujaran kebencian yang dilakukan akun Facebook atas nama Barry Sobari milik AS.
Foto : R Maulana Yusuf

Share this








Ujaran kebencian yang menyerang PDIP jelang Pilgub Jabar berasal dari salah satu pengguna facebook berinisial AS

BEKASI - Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Bekasi membuat laporan ke Polres Metro Bekasi terkait dugaan ujaran kebencian dari salah seorang pengguna media sosial yang menyudutkan PDIP dan pasangan calon Gubernur Jawa Barat TB Hasanudin-Anton Charliyan.

"Kami telah membuat laporan di Polres Metro Bekasi dengan Nomor : LP/024/013-SPKT/I/2018/Restro Bekasi," jelas Ketua BMI Kabupaten Bekasi, Anwar, kepada Infonitas.com, Minggu (14/1/2018).

Diketahui, ujaran tersebut termuat dalam jejaring akun sosial facebook atas nama Barry Sobari. Ia menuliskan status 'Cum4 0rang 15lam y9 Be90 y9 m45ih Bert4h4n d1 PD1-P dan "SI4PAPUN C4LONYA Y9 PENT1NG BUK4N DAR1 PART41 B4NTENG GIL4 & PART41 PENISTA AGAMA ISLAM LA1NNYA.

Diketahui, postingan tersebut diunggah pada Sabtu (13/1) sekitar pukul 11.15 WIB. Hal itu diakuinya merugikan partai PDIP sehubungan semakin dekatnya kontestasi Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.

Lanjutnya, anggota BMI Kabupaten Bekasi telah melacak pengguna facebook itu berinisial AS yang merupakan warga Desa Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Pihak BMI serta Pengurus Dewan Perwakilan Cabang (DPC) PDIP juga telah membawa pelaku ke Mapolres Metro Bekasi Kabupaten pada Sabtu (13/1/2018) malam. AS dijemput dan langsung diserahkan pihak kepolisian untuk dimintai keterangan.

Pelaku AS mengatakan dirinya melakukan hal tersebut atas kekecewaan terhadap Presiden Jokowi yang merupakan dari partai PDI Perjuangan. Dirinya mengeluhkan atas kelangkaan gas elpiji beberapa waktu ini membuat usahanya mengalami kesusahan.