Bekasi > Laporan Utama

Jawara Silat Bekasi Ikuti Pesantren Kilat

Senin, 04 Juni 2018 09:23 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Leny Kurniawati

Silat Palang Pintu
Silat Palang Pintu.
Foto : Azhari Setiawan

Share this








Jawara silat Bekasi mengikuti pesantren kilat. Ini hanya wadah menjalin silaturahmi antara sesama tokoh silat di Kota dan Kabupaten Bekasi.

BEKASI - Ratusan jawara atau pendekar silat dari berbagai padepokan, sanggar dan perguruan silat di Kota dan Kabupaten Bekasi mengikuti kegiatan Pesantren Silat yang digelar di Masjid Jami Al Ikhlas Kelurahan Ciketing, Mustikajaya Kota Bekasi, Sabtu hingga Minggu (2-3/6/2018).

Kegiatan tersebut bertujuan guna menghidupkan malam di bulan Suci Ramadan serta menampilkan sisi lain dari dunia persilatan, yakni hubungan kebersamaan.

Acara dihadiri Ketua IPSI Kota Bekasi Rahmat Malik, Anggota Komisi V DPR Mahfudz Abdurrahman, Habib Hasyim Al-Jufrie, dan para tokoh Pencak Silat Bekasi. Ini sebagai perwujudan gerakan moral pelestari silat budaya Bekasi.

Dewan Pembina Pencak Silat Bekasi Mahfudz Abdurrahman menerangkan, silat pada dasarnya berasal dari kata “Silah” dalam bahasa Arab, yang artinya hubungan. Seperti Silatu Rahmi (hubungan kasih sayang). Nah esensi silat itu pun menurut Mahfudz adalah hubungan.

“Dalam dunia persilatan biasanya identik dengan gesekan. Namun, sesungguhnya silat tidak selalu bicara soal gesekan dan pertarungan tapi juga persaudaraan dan hubungan kebersamaan. Kami berharap semua memiliki spirit yang sama yakni membangun kebersamaan dan berlomba dalam kebaikan,” terang pria yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kepada infonitas.com, Minggu (3/6/2016).

Selain itu, kegiatan Pesantren Silat sebagai simbol kecintaan terhadap budaya di tengah era teknologi dan perkembangan zaman yang semakin cepat. Menurutnya, pencak silat bisa terancam punah bila tidak dirawat dan dilestarikan.

“Harus ada political will dari masyarakat itu sendiri guna menjaga tradisi dan budaya. Pencak silat sebagai warisan budaya harus dijaga dan dilestarikan dengan baik,” pungkasnya. 

 

 

Berita Terkait