Rabu, 27 Juni 2018 12:42:00
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Leny Kurniawati
Hasil Quick Count Pilkada Jabar, Deddy: Lembaga Survei Harus Jujur
Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Dedy Mizwar
Foto : Leny Kurniawati
 

BEKASI - Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Deddy Mizwar meminta lembaga survei profesional dalam melakukan quick count atau hitung cepat pada Pilkada Jawa Barat.

Hal ini disampaikannya usai melakukan pencoblosan di TPS 61 Perumahan Jatiwaringin Asri, Pondokgede, Kota Bekasi, Rabu (27/6/2018).

Menurutnya, hasil quick count bisa berdampak kepada masyarakat. Terutama, jika setiap kandidat mengklaim kemenangan dari hasil tersebut.

"Saya bicara ini bukan berarti tidak percaya dengan lembaga survei. Saya percaya, tetapi mereka harus profesional, kan mereka dari orang intelektual, memiliki integritas" ujarnya, yang datang ke TPS didampingi Istrinya, Giselawati Wiranegara.

Deddy juga meminta, agar hasil quick count yang dirilis kepada publik haruslah hasil yang jujur.

"Kalau memang kalah ya publish. Jangan juga melakukan quick count di wilayah yang paslon itu sendiri menang," tegasnya.

Selain itu, pemeran Jendral Nagabonar tersebut juga meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat bersikap netral. Pasalnya, ia mendapati kabar kurang sedap, ada oknum KPU yang memihak kepada salah satu pasangan calon.

"Jangan sampai ada warga yang menggunakan E-KTP palsu. Saya mengimbau kepada seluruh kader partai pengusung untuk mengawasi semua TPS,” jelasnya.

“Diketahui, di Bogor pernah beredar E-KTP palsu, wartawan juga harus awasi TPS, jangan biarkan kedzoliman berjalan terus menerus. Selain itu, warga jangan mudah terjebak money politic. Jangan hinakan kedaulatan rakyat begitu rendah dengan perbuatan primitif," sambungnya.

Tambahnya, pihaknya juga akan melaksanakan quick count dengan menggandeng lembaga survei profesional dan independen.

"Kita bikin quick count juga, nanti hasilnya kita lihat di Bandung siang ini," pungkasnya.

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda