Bekasi > Laporan Utama

Nasib Transportasi Tua

DTKB Bekasi Belum Kaji Kehadiran Bajaj

Kamis, 13 April 2017 15:09 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Yusuf Bachtiar

Pangkalan Bajaj di Bekasi.
Pangkalan Bajaj di Bekasi.
Foto : Yusuf Bachtiar

Share this








Dewan Transportasi Kota Bekasi (DTKB) ternyata belum mengkaji Bajaj.

BEKASI - Dewan Tansportasi Kota Bekasi (DTKB) sejauh ini belum dapat mengukur nilai manfaat secara sosial dan ekonomis terkait keberadaan Bajaj di Kota Bekasi. Namun, yang perlu digaris bawahi, Ketua DTKB Harun Ar-Rasyid mengatakan, ke depannya apa pun bentuk moda transportasi, harus berlandaskan pada ketentuan berlaku dan terintegrasi dengan moda transportasi lainnya.

"Kalau tidak terintegrasi, bisa berpotensi menjadi bagian permasalahan yang harus dibenahi," kata  kepada infonitas.com, Kamis (13/4/2017).

Keberadaan Bajaj sudah dijalankan sebelum terbentuknya DTKB. Sampai saat ini DTKB belum mengkaji secara kompherensif terkait prospek transportasi Bajaj di Bekasi.

Baca : Tiga Kuliner Lawas Khas Depok yang Wajib Dicoba

"Sampai saat ini, kami belum menerima kajian operasional Bajaj di perumahan. Sehingga, belum bisa berkomentar lebih banyak," kata dia.

Perlu juga diketahui, bahwa agenda utama DTKB dalam waktu dekat ini adalah konsolidasi internal anggota yang berasal dari berbagai kalangan yang perlu disatukan pemahamannya, tentang tugas dan fungsi DTKB. Kegiatan lainnya yang mendesak adalah merumuskan grand design sistem transportasi atau 'Bekasi urban mobility plan.’

"Sehingga ke depan, apa pun moda transportasinya selayaknya mengacu pada grand desain yang sudah ditetapkan," ujar dia.

Masalah transportasi, kata dia, merupakan maslah yang sangat kompleks. Bukan hanya masalah moda transportasinya, tapi juga menyangkut aspek ekonomi dan budaya serta soal kualitas lingkungan hidup.

"Salah satu penyumbang terbesar efek rumah kaca adalah dr sektor transportasi. Oleh karena itu, salah satu program DTKB yang sedang disusun adalah tentang 'Bekasi Urban Mobility Plan' yang lebih ramah lingkungan," katanya.