Bisnis Properti Semakin Meroket
Bekasi > Laporan Utama

Bisnis Properti Semakin Meroket

Kamis, 22 Desember 2016 10:54 WIB
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Leny Kurniawati

Site Plan Vida Bekasi
Site Plan Vida Bekasi

Share this





Kebijakan pemerintah, seperti tax amnesty, dan perbaikan infrastrukur menyebabkan pertumbuhan properti terus meningkat.

Info Utama - Tiga tahun terakhir, pengembang-pengembang ternama mulai mengibarkan bendera bisnisnya di kawasan Bekasi. Sebut saja Gunas Land membangun Vida Bekasi, PT Metropolitan Land TBK meluncurkan komplek hunian Metland Tambun, Agung Sedayu Group mendirikan Grand Galaxy City, Summarecon Agung Tbk menggarap Summarecon Bekasi.

ISPI Group pun tak mau kalah. Pengembang yang hadir di Bekasi sejak 1990 ini telah meluncurkan lebih dari 10 proyek. Seperti, Villa Bekasi Indah 1 dan 2, Villa Mutiara Gading 1, 2, dan 3, Mutiara Gading Timur 1 dan 2, Grand Mutiara Gading, Villa Gading Baru, Cifest, Mutiara Gading City, dan lainnya. 

Menurut Preadi Ekarto, Komisaris Utama ISPI Group, pertumbuhan properti di Bekasi menjadi indikator nasional. Pasalnya, kebutuhan perumahan di kawasan tersebut tinggi. “60 persen kebutuhan rumah di Indonesia terbesar di Jawa. Dari 60 persen tersebut, 60 persen ada di Jabodetabek. Bekasi menjadi wilayah terbesar sebarannya karena memiliki kawasan industrial seluas lebih kurang 40 ribu hektare,” jelasnya.

Pertumbuhan properti, lanjut Preadi, disebabkan beberapa hal. Kebijakan pemerintah dan perbaikan infrastruktur salah satunya. “Tax amnesty yang diberlakukan pemerintah, mempengaruhi penjualan properti. Peningkatan sudah mulai terasa sejak deklarasi dan terus meningkat dengan seiringnya orang menyetorkan uang ke tax amnesty. Suku bunga pun cenderung menurun. Otomatis cicilan akan lebih murah,” katanya.

Kenaikan properti, diakui Preadi mencapai 20-30 persen. “Melihat peningkatan penjualan di penghujung tahun, kami optimis tahun depan pertumbuhan properti, khususnya di Bekasi terus meningkat. Kalau properti tumbuh, 170 industri terkait pun akan tumbuh. Perbaikan infrastruktur juga mempercepat pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Hal ini pun juga diakui Kartika, Pimpinan Metland Tambun. Di penghujung 2016, properti di Bekasi mengalami kenaikan hingga 20 persen. “Kondisi ekonomi lebih baik dibanding tahun lalu. Kenaikan penjualan properti disebabkan dua hal: faktor eksternal, seperti kebijakan pemerintah mengenai pajak, kebijakan BI mengenai LTV akan mempengaruhi pembayaran untuk KPR; dan faktor internal, seperti kenaikan harga, cara pembayaran, dan keterbatasan lahan,” katanya. 

Edward Kusma, Direktur Vida Bekasi, pun mengamininya. Kebijakan yang diterapkan pemerintah berdampak pada penjualan properti. “Pemerintah harus mengeluarkan kebijakan yang positif, seperti penurunan suku bunga, mempermudah kepemilikan rumah. Kebijakan seperti ini yang ditunggu pengembang, karena dampaknya akan semakin kentara. Perbaikan infrastruktur juga membantu pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Persaingan

Maraknya pengembang hadir di Bekasi, otomatis membuat persaingan di bisnis ini semakin ketat. Meski demikian, para pelaku bisnis ini menganggap persaingan sebagai sesuatu yang wajar terjadi. Bahkan, mereka tidak khawatir kalah bersaing, karena masing-masing membidik pasar yang berbeda serta memiliki keunggulan masing-masing. Edward mengatakan pihaknya menghadirkan konsep berbeda dari pengembang lainnya, yakni tropical urbanism. “Kami hadirkan konsep unik di setiap produk,” katanya.

Menghadapi persaingan, menurut Kartika, selain meluncurkan produk yang sesuai kebutuhan pasar, Metland Tambun memberikan promo menarik. “Kami siap menghadapi persaingan, karena lokasi kami strategis, yakni di Jalan Raya Sultan Hasanudin, sehingga mudah di akses. Harganya pun bersaing dan fasilitas yang kami berikan lengkap,” tutupnya.



Bekasi > Laporan Utama

Wali Kota Bekasi Lantik 206 Pejabat Eselon 2 dan 3

Rabu, 11 Januari 2017 14:38 WIB
Editor : Dany Putra | Sumber : Ika

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi lantik pejabat eselon 2 dan 3.
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi lantik pejabat eselon 2 dan 3.

Share this





Ada 33 pejabat eselon 2 dan 173 pejabat eselon 3 yang dilantik hari ini.

BEKASI – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi melantik 206 pejabat eselon 2 dan 3. Pelantikan tersebut sesuai Peraturan Pemerintah (PP) 18 tahun 2016. Pelantikan tersebut dilaksanakan di halaman gedung baru RSUD, Jalan Mayor Oking, Bekasi Timur.

"Ada 33 pejabat eselon 2 dan 173 pejabat eselon 3 yang dilantik hari ini untuk menerapkan SOTK baru sesuai amanah PP," ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Rabu (11/1/2017).

Dia menjelaskan, pelantikan pejabat baru sebagai upaya pemantapan kelembagaan bagi dinas-dinas yang pekerjaannya tergabung dalam lembaga pusat.

"Dinas-dinas yang bergabung dengan lembaga pusat tentunya harus punya kemampuan over wheight yang lebih dan penyesuaian dari satu program ke program lainnya. Untuk itu secepatnya kita akan lakukan bedah program," tuturnya.

Selain itu, ia mengingatkan dengan adanya pelantikan ini bukan berarti meninggalkan kewajibannya program yang sudah dijalankan dinas sebelumnya. Artinya, mereka tetap bertanggung jawab untuk audit BPK selama enam bulan kedepan.

"Kita akan lakukan perencanaan secara menyeluruh. Makanya, kalau tidak ada sinergitas antara kabid kadis dan lainnya tentu nggak akan jalan," pungkas Pepen.



Bekasi > Laporan Utama

Evakuasi Korban Runtuhan Grand Kamala Lagoon Dilanjutkan

Kamis, 05 Januari 2017 13:57 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Ika Defianti

Kapolsek Bekasi Selatan
Kapolsek Bekasi Selatan

Share this





Polisi tidak bisa memperkirakan kondisi korban mengingat jarak kejadian sampai saat ini sudah tertimbun lebih dari 20 jam.

BEKASI – Kapolsek Bekasi Selatan Kompol Bayu Pratama Gubunagi mengatakan, proses evakuasi korban runtuhan puing tangga darurat Grand Kamala Lagoon belum dapat diselesaikan hingga Rabu (4/1/2016) malam sekitar pukul 22.00.  Alhasil, proses evakuasi terpaksa dilanjutkan Kamis (5/1/16).

"Kegiatan evakuasi yang berlangsung hingga malam tadi belum memberikan hasil yang positif. Artinya kami belum dapat menemukan korban. Proses evakuasi akan kami lanjutkan Kamis pagi," ujarnya, di Bekasi, Rabu (4/1/17) malam.

Bayu mengungkapkan dalam kegiatan ini polisi bekerjasama dengan seluruh pihak untuk membantu proses evakuasi. Bahkan hingga tengah malam belum terdapat perubahan jumlah korban. 

"Kami tidak melihat jumlah korban, ini menyangkut jiwa manusia dan kita tetap memprioritaskan untuk evakuasi korban secepatnya," paparnya. 

Polisi tidak bisa memperkirakan kondisi korban mengingat jarak kejadian sampai saat ini sudah tertimbun lebih dari 20 jam. 

"Tumpukan material memenuhi empat lantai dengan ketebalan 12 meter. Sementara yang sudah dievakuasi sampai saat terakhir kurang lebih 5 meter dan masih ada kurang lebih 7 meter. Namun kita semua harus tetap berdoa yg terbaik untuk korban," pungkas Bayu. 



Bekasi > Laporan Utama

2000 Personel Gabungan Amankan Natal di Bekasi

Jumat, 23 Desember 2016 11:11 WIB
Editor : Andi MZ | Sumber : DBS

Kapolres Metropolitan Bekasi Kombes Umar Surya Fana
Kapolres Metropolitan Bekasi Kombes Umar Surya Fana

Share this





Sebanyak 2000 personel gabungan amankan Natal di Kota Bekasi. Petugas pengamanan berfokus di tempat-tempat ibadah.

BEKASI – Sebanyak 2.000 personel gabungan dari berbagai instansi diturunkan untuk mengamankan Natal di Kota Bekasi, Jawa Barat. Pengamanan itu akan berfokus pada tempat-tempat ibadah Natal seperti gereja dan pusat-pusat keramaian.

Kapolres Metropolitan Bekasi Kombes Umar Surya Fana mengatakan Polri menurunkan sekitar 1.000 personel. Sisanya dari TNI, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan. “Ada juga organisasi kemasyarakatan yang membantu pengamanan,” ujarnya, Kamis (22/12/2016).

Pengamanan dimulai Jumat (23/12/2016) hingga Senin (2/1/2017). Umar menjelaskan 3 jam sebelum ibadah Misa Natal dimulai, gereja akan disterilkan oleh tim penjinak bom dari Kepolisian Daerah Metro Jaya. “Setelah itu, pengamanan dilakukan internal gereja,” katanya.

Sementara itu Walikota Bekasi Rahmat Effendi berharap perayaan Natal dan Tahun Baru di Kota Bekasi berjalan kondusif tanpa gangguan. "Heterogenisme dan pluralisme harus dijaga sehingga kedamaian hidup tercipta di Kota Bekasi," ujar Pepen, panggilan akrab Rahmat.



Bekasi > Laporan Utama

Akibat Cemburu, Pelaku Menganiaya Pacar yang Sedang Hamil

Kamis, 22 Desember 2016 20:59 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Ika Defianti

MR saat digiring polisi.
MR saat digiring polisi.

Share this





Dedy menjelaskan, kejadian tersebut terjadi pada (19/12/16) di Jalan Caman Raya, RT 05/01, Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi.

BEKASI - Pelaku MR alias Untung Daryono (19) diamankan Unit PPA Polres Metro Bekasi Kota saat hendak melarikan diri. Sebab, ia sudah bertindak keji dengan membunuh darah daging hasil hubungan gelapnya dengan AW (16) yang masih di bawah umur.

Hal ini disebabkan karena pelaku merasa cemburu saat korban bersama seorang lelaki lain.

"Dia cemburu dan kesal. Terus perut AW yang sedang hamil 8 bulan ditendang hingga mengalami keguguran. Bukan hanya itu, pelaku juga memukul korban dengan helm," kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Dedy Supriadi, Kamis (22/12/16).

Dedy menjelaskan, kejadian tersebut terjadi pada (19/12/16) di Jalan Caman Raya, RT 05/01, Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi.

Saat itu, pelaku berniat mendatangi rumah korban dan ternyata di perjalanan melihat korban sedang duduk dipinggir jalan dengan seorang laki-laki lain.

"Korban dipukul bertubi-tubu sampai terjatuh dipinggir jalan. Ketika bangun, pelaku kembali memukuli dan begitu seterusnya sampai perut, wajah, tangan, kaki dan tubuhnya memar berdarah," papar Dedi.

Selanjutnya, pagi harinya korban yang merasa kesakitan dibawa keluarganya ke Rumah Sakit Umum Daerah(RSDU) Kota Bekasi.

Sementara, atas penganiyaayan tersebut, pelaku dilaporkan ke Kantor Polres Metro Bekasi Kota.

"Atas perbuatan itu pelaku kami kenakan pasal 347 undang-undang no 35 tentang kekerasan terhadap anak dan menghilangkan jiwa orang lain dengan ancaman penjara selama 15 tahun kurungan," pungkasnya.



Bekasi > Laporan Utama

2.497 Personel Gabungan Amankan Perayaan Natal dan Tahun Baru di Kota Bekasi

Kamis, 22 Desember 2016 20:08 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Ika Defianti

Apel bersama Operasi Lilin 2016, yang digelar Polresta Bekasi.
Apel bersama Operasi Lilin 2016, yang digelar Polresta Bekasi.

Share this





Polisi akan menjaga rumah ibadah saat malam Natal dan menjaga tempat wisata saat perayaan tahun baru.

BEKASI – Sebanyak 2.497 personil gabungan dari  TNI, Polri, dan instansi Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi akan dikerahkan untuk menjaga perayaan Natal dan tahun baru.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Umar Surya Fana mengatakan, petugas akan berjaga selama 24 jam penuh jelang perayaan Natal dan tahun baru.

"Jadi terdapat dua model penjagaan yaitu saat perayaan Natal saat tanggal 25-26 Desember di tempat pelaksanaan tempat ibadah. Dan jalur akhir tahun untuk semua jalur dan tempat-tempat wisata," ujar kepada para awak media di Bekasi, Kamis (22/12/16).

Dia melanjutkan, dalam pengamanan Natal dan tahun baru pihakny ajuga akan berkoordinasi dengan tim Gegana Polda Metro Jaya.  "Dalam perayaan Natal terdapat 9 gereja besar dari 234 gereja di Kota Bekasi. Untuk gerakan skala besar akan dilakukan saat patroli di malam hari dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat," paparnya.

Tak hanya itu, polisi juga akan menempatkan sejumlah personil kepolisian untuk berjaga-jaga di tempat ibadah. "Kita juga membuat 9 pospam di seluruh Polres Bekasi Kota dan Posko Utama di depan Mega Bekasi. Bahkan nanti kita juga memberikan sosialisasi kepada para jamaah sebelum pelaksanaan peribadatan," jelas Umar.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu berharap dalam perayaan Natal dan tahun Bbaru di Kota Bekasi dapat berjalan dengan kondusif. "Dengan adanya Opersi Lilin 2016 ini menjadikan kedamaian di Kota Bekasi. Jadi kita tidak perlu takut kepada orang-orang yang akan memecah belah NKRI," tegasnya. 



Bekasi > Laporan Utama

Pemkot dan DPRD Setuju APBD DKI 2017 Senilai Rp 5,4 Triliun

Rabu, 21 Desember 2016 17:26 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Adi Wijaya

Wali Kota Bekasi Rahmat Efendi
Wali Kota Bekasi Rahmat Efendi

Share this





Sebanyak 2/3 anggota DPRD Kota Bekasi menyetujui penetapan APBD Kota Bekasi sebesar Rp 5,4 triliun.

BEKASI TIMUR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bersama DPRD Kota Bekasi menyepakati besaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2017  senilai Rp 5,4 triliun. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Efendi di depan para awak media, Rabu (21/12/2016).

"Nilainya itu kurang lebih Rp 5,4 trilliun dan kita ambil dari Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) 2016 yang diprediksi sekitar Rp 800 milliar lebih. Karena juga untuk menutupi pembiayaan," ujarnya.

Dia melanjutkan, penetapan ini juga dilakukan karena telah adanya perintah dari Presiden RI, Bappenas dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk percepatan pembangunan. "Pekerjaan yang 2017 itu harusnya ditarik ke akhir tahun. Tetapi kita 2016 akhir ini baru memulai, sehingga 1 Januari 2017 itu kita lelang agar percepatan pembangunan itu bisa terwujud untuk Kota Bekasi," ungkapnya.

Meskipun sempat ada beberapa pandangan politik yang disampaikan oleh fraksi PDIP dalam sidang paripurna, Pepen menegaskan hal itu merupakan hak politik tiap partai.

"Itu pilihan politik FPDIP, kita hormati keputusan PDIP. Tapi faktanya 2/3 lebih dari seluruh anggota DPRD menyetujui tentang proses pengesahan APBD dan itu kita anggap bahwa anggota DPRD menyetujui. Tinggal kita verifikasi gubernur dan masuk lembar daerah," ujarnya.



Bekasi > Laporan Utama

Wali Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Tembok di Bojong Rawalumbu

Rabu, 21 Desember 2016 16:25 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Akb

Walikota Bekasi Rahmat Effendi melakukan peninjaun pembangunan tembok Perumahan Bojong Rawalumbu Indah, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu.
Walikota Bekasi Rahmat Effendi melakukan peninjaun pembangunan tembok Perumahan Bojong Rawalumbu Indah, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu.

Share this





Awalnya tanggul yang dibuat oleh pengembang mengalami kebocoran dan dikhawatirkan akan ambruk.

BEKASI – Walikota Bekasi Rahmat Effendi bersama Jajaran Dinas Binamarga dan Tata Air Kota Bekasi melakukan peninjaun pembangunan tembok Perumahan Bojong Rawalumbu Indah, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu. Kunjungan tersebut terkait pembangunan tembok yang menyalahi aturan.

"Jadi dari pengaduan masyarakat pembangunan tembok tersebut berada di tanah fasos fasum perumahan yang belum diserahkan ke Pemerintah Kota (Pemkot). Jadi pihak Dinas Bina Marga dan Tata Air belum melakukan pembangunan di perumahan tersebut," ucapnya di Bekasi, Rabu (21/12/16).

Dia melanjutkan, awalnya tanggul yang dibuat oleh pengembang mengalami kebocoran dan dikhawatirkan akan ambruk. Hal ini membuat Pemkot Bekasi membangun tembok atas aspirasi masyarakat yang dapat mengakibatkan banjir.

"Ini semua demi kepentingan orang banyak, maka dari itu selaku Wali Kota dan dari Dinas meninjau langsung ke lokasi, agar semua berjalan lancar" paparnya.

Selain itu, Pepen juga menginstruksikan kepada Dinas terkait dan Camat setempat agar segera membenahi kejadian tersebut. "Dinas dan Camat agar segera menangapi laporan dari masyarakat ini, sehingga masyarakat dapat merasakan melalui proses pelayanan yang cepat tanggap oleh pemerintah," jelas Pepen.



Bekasi > Laporan Utama

PDAM Tirta Patriot Tegaskan Tak Akan Ambil Alih Aset PDAM Bhagasasi

Senin, 19 Desember 2016 20:35 WIB
Editor : | Reporter : Ika Defianti

Jumpa pers PDAM Tirta Patrio Kota Bekasi di Pemkot Bekasi, Senin (19/12/2016).
Jumpa pers PDAM Tirta Patrio Kota Bekasi di Pemkot Bekasi, Senin (19/12/2016).

Share this





Asisten Daerah 3 Pemerintah Kota Bekasi, Dadang Hidayat mengatakan proses serah terima pengelola masih memerlukan proses panjang melalui banyak tahapan.

Bekasi - Pihak PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi membantah tegas terkait perebutan aset milik PDAM Bhagasasi. Sebab, penyerahan yang dilakukan oleh pihak PDAM Bhagasasi baru bersifat penyerahan pengelolaan belum sampai pada tahap penyerahan aset.

Asisten Daerah 3 Pemerintah Kota Bekasi, Dadang Hidayat mengatakan dalam proses serah terima pengelola masih memerlukan proses panjang melalui beberapa tahapan. Untuk tahap pertama yaitu wilayah cabang Wisma Asri dan wilayah cabang Harapan Baru.

"Kami sudah ada kesepakatan untuk pembagian aset PDAM Bhagasasi adalah 45 : 55 berdasarkan persetujuan kedua kepala daerah, baik kota mau pun kabupaten. Padahal masyarakat Wisma Asri dan Harapan Baru hingga saat ini apabila ada keluhan juga ke kami (Pemerintah Kota)," paparnya saat jumpa pers di Humas Pemerintah Kota Bekasi, Senin (19/12/16).

Sematara, Direktur Umum PDAM Tirta Patriot, Sugiyanto menggatakan selama ini air yang mengalir dari PDAM Bhagasasi ke Taman Wisma Asri mau pun harapan baru ialah kepemilikan PDAM Tirta Patriot yang dijual curah kepada PDAM Bhagasasi.

"Karena dalam satu cabang itu airnya 90 persen dari Tirta Patriot dan perjanjian penjualan sudah berakhir pada Desember 2014. Namun selama 2 tahun ini penjualan masih berlangsung tanpa ada legalitas hukum dan kami memaklumi karena demi pelayanan kepada masyarakat Kota Bekasi," jelasnya.

Mengenai terjadinya pemadaman air waktu lalu di wilayah Wisma Asri dan Harapan Baru dikarenakan tidak adanya respon dari PDAM Bhagasasi terkait pengelolaan.

"Kami berharap supaya profesional untuk urusan air karena ini terkait pelayanan kepada masyarakat," pungkas Sugiyanto.



Bekasi > Laporan Utama

Target Rp1 Miliar

Senin, 19 Desember 2016 15:54 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Ika Defianti

Kepala Kantor Damkar Kota Bekasi, Tedi Hafni di kantornya, Bekasi, Senin (19/12/2016).
Kepala Kantor Damkar Kota Bekasi, Tedi Hafni di kantornya, Bekasi, Senin (19/12/2016).

Share this





Ketua Damkar Kota Bekasi Tedi Hafni sebut tahun 2017 PAD dapat diserap hingga Rp1 miliar.

Bekasi - Untuk tahun investasi dan ekonomi 2017 nanti, Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi menargetkan dapat menyerap Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp 1 Milyar. Sebab, Damkar Kota Bekasi sebelumnya mampu menyumbang PAD senilai Rp 947 juta.

"Kami berhasil melakukan penyerapan PAD tahun ini mencapai Rp 947 juta. Itu sudah capai 99 persen dari target kita," ujar Kepala Kantor Damkar Kota Bekasi, Tedi Hafni Tresnadi kepada infonitas.com, di kantornya Senin (19/12/16).

Penyerapan PAD Damkar, kata dia, didominasi pendapatan pemeriksaan atas alat pemadam kebakaran yang dilakukan di gedung-gedung dan tempat publik secara berkala.

"Apalagi nanti di tahun 2017 akan penambahan aparatur. Pos Damkar di dua kecamatan serta penambahan 6 unit kendaraan dengan 1 kapasitas kendaraan komando dan 5 kendaraan pemadam berkapasitas 3000 liter. Sehingga target Rp1 milliar tidak akan mustahil untuk didapatkan," jelas Tedi.



Bekasi > Laporan Utama

Honor Ketua RT Kota Bekasi Naik 100 Persen

Senin, 19 Desember 2016 13:59 WIB
Editor : Andi MZ | Sumber : DBS

Wakil Kota Bekasi Rahmat Effendi
Wakil Kota Bekasi Rahmat Effendi

Share this





Pemerintah Kota Bekasi naikkan honor ketua RT dan RW hingga 100 persen. RT dapat honor 1,2 juta sebulan sedangkan RW 1,5 juta.

BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi akan menaikkan 100 persen honor ketua RT dan RW se Kota Bekasi pada tahun anggaran 2017. Sebelumnya, RT menerima honor Rp 600.000 per bulan dan RW 900.000.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan honor RT naik menjadi Rp 1,2 juta, sedangkan RW sebesar Rp 1,5 juta. Kenaikan itu mulai berlaku Februari 2016.
“Dana honor itu telah dialokasikan pada APBD 2017,” kata, Pepen, panggilan akrab Rahmat, Jumat, (16/12/2016).

Jumlah ketua RT di Kota Bekasi sebanyak 6.724 orang. Sedangkan ketua RW 872 orang. Pemimpin lingkungan itu tersebar di 56 kelurahan pada 12 kecamatan se - Kota Bekasi. Pepen mengatakan kenaikan akan dilakukan secara bertahap sampai 2018. “Kami targetkan tunjangan bisa mencapai Rp 3 juta,” ujarnya.

Ia menegaskan, kenaikan tersebut untuk memotivasi ketua RT ataupun ketua RW untuk menjaga lingkungan. “Diharapkan peran pengurus RT maupun RW lebih maksimal dalam melayani masyarakat. Saya ingin peran masyarakat dalam perumusan arah kebijakan pemerintah,” ujar Pepen.

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengalokasikan anggaran serupa untuk ketua RT dan RW. Hanya saja anggaran tersebut bukan honor melainkan uang operasional. Untuk ketua RT mendapat uang operasional Rp 975.000 perbulan sedangkan ketua RW 1.200.000.

Sebagai uang operasional, anggaran itu digunakan untuk biaya operasional organisasi RT. Misalnya, membaiyai konsumsi rapat, kerja bakti, pembelian alat tulis kantor, dan lain-lain. Plt Gubernur DKI Jakarta Soemarsono mengakui dana tersebut sangat kecil sehingga pada APBD 2017 ia mengusulkan kenaikan.