Bekasi > Laporan Utama

Bisnis Properti Semakin Meroket

Kamis, 22 Desember 2016 10:54 WIB
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Leny Kurniawati

Site Plan Vida Bekasi
Site Plan Vida Bekasi

Share this





Kebijakan pemerintah, seperti tax amnesty, dan perbaikan infrastrukur menyebabkan pertumbuhan properti terus meningkat.

Info Utama - Tiga tahun terakhir, pengembang-pengembang ternama mulai mengibarkan bendera bisnisnya di kawasan Bekasi. Sebut saja Gunas Land membangun Vida Bekasi, PT Metropolitan Land TBK meluncurkan komplek hunian Metland Tambun, Agung Sedayu Group mendirikan Grand Galaxy City, Summarecon Agung Tbk menggarap Summarecon Bekasi.

ISPI Group pun tak mau kalah. Pengembang yang hadir di Bekasi sejak 1990 ini telah meluncurkan lebih dari 10 proyek. Seperti, Villa Bekasi Indah 1 dan 2, Villa Mutiara Gading 1, 2, dan 3, Mutiara Gading Timur 1 dan 2, Grand Mutiara Gading, Villa Gading Baru, Cifest, Mutiara Gading City, dan lainnya. 

Menurut Preadi Ekarto, Komisaris Utama ISPI Group, pertumbuhan properti di Bekasi menjadi indikator nasional. Pasalnya, kebutuhan perumahan di kawasan tersebut tinggi. “60 persen kebutuhan rumah di Indonesia terbesar di Jawa. Dari 60 persen tersebut, 60 persen ada di Jabodetabek. Bekasi menjadi wilayah terbesar sebarannya karena memiliki kawasan industrial seluas lebih kurang 40 ribu hektare,” jelasnya.

Pertumbuhan properti, lanjut Preadi, disebabkan beberapa hal. Kebijakan pemerintah dan perbaikan infrastruktur salah satunya. “Tax amnesty yang diberlakukan pemerintah, mempengaruhi penjualan properti. Peningkatan sudah mulai terasa sejak deklarasi dan terus meningkat dengan seiringnya orang menyetorkan uang ke tax amnesty. Suku bunga pun cenderung menurun. Otomatis cicilan akan lebih murah,” katanya.

Kenaikan properti, diakui Preadi mencapai 20-30 persen. “Melihat peningkatan penjualan di penghujung tahun, kami optimis tahun depan pertumbuhan properti, khususnya di Bekasi terus meningkat. Kalau properti tumbuh, 170 industri terkait pun akan tumbuh. Perbaikan infrastruktur juga mempercepat pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Hal ini pun juga diakui Kartika, Pimpinan Metland Tambun. Di penghujung 2016, properti di Bekasi mengalami kenaikan hingga 20 persen. “Kondisi ekonomi lebih baik dibanding tahun lalu. Kenaikan penjualan properti disebabkan dua hal: faktor eksternal, seperti kebijakan pemerintah mengenai pajak, kebijakan BI mengenai LTV akan mempengaruhi pembayaran untuk KPR; dan faktor internal, seperti kenaikan harga, cara pembayaran, dan keterbatasan lahan,” katanya. 

Edward Kusma, Direktur Vida Bekasi, pun mengamininya. Kebijakan yang diterapkan pemerintah berdampak pada penjualan properti. “Pemerintah harus mengeluarkan kebijakan yang positif, seperti penurunan suku bunga, mempermudah kepemilikan rumah. Kebijakan seperti ini yang ditunggu pengembang, karena dampaknya akan semakin kentara. Perbaikan infrastruktur juga membantu pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Persaingan

Maraknya pengembang hadir di Bekasi, otomatis membuat persaingan di bisnis ini semakin ketat. Meski demikian, para pelaku bisnis ini menganggap persaingan sebagai sesuatu yang wajar terjadi. Bahkan, mereka tidak khawatir kalah bersaing, karena masing-masing membidik pasar yang berbeda serta memiliki keunggulan masing-masing. Edward mengatakan pihaknya menghadirkan konsep berbeda dari pengembang lainnya, yakni tropical urbanism. “Kami hadirkan konsep unik di setiap produk,” katanya.

Menghadapi persaingan, menurut Kartika, selain meluncurkan produk yang sesuai kebutuhan pasar, Metland Tambun memberikan promo menarik. “Kami siap menghadapi persaingan, karena lokasi kami strategis, yakni di Jalan Raya Sultan Hasanudin, sehingga mudah di akses. Harganya pun bersaing dan fasilitas yang kami berikan lengkap,” tutupnya.







Bekasi > Laporan Utama

Pemkot Bekasi Terjunkan Tim Pematusan

Rabu, 22 Februari 2017 19:46 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Yusuf Bachtiar

Giat bersih-bersih pematusan. (Yusuf)
Giat bersih-bersih pematusan. (Yusuf)

Share this





Untuk menanggulangi Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengerahkan tim Pematusan yang disebar di tiga belas kecamatan.

BEKASI - Selain intensitas hujan yang tinggi, banjir di wilayah Bekasi dipicu karena penyumbatan di aliran drainase dan gorong-gorong. Untuk menanggulangi Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengerahkan tim Pematusan yang disebar di tiga belas kecamatan.

Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, Tim Pematusan disiagakan sebanyak 10 orang di setiap kecamatan. Fokus utama operasinya adalah mengangkut sampah di gorong-gorong dan drainase yang selama ini menjadi salah satu faktor penyebab banjir.

"Tim pematusan bertugas membersihkan aliran sungai, gorong-gorong dari tumpukan sampah,  mereka akan bekerjasama dengan tim oranye dari dinas kebersihan dan tim alat berat. Di setiap kecamatan ada sepuluh anggota yang di dinas ada dua puluh anggota yang dibagi dua regu" kata Tri saat memantau operasi tim pematusan di gorong-gorong,  Jalan KH Noer Ali, Kalimalang, Bekasi, Rabu (22/2/2017).

Pemkot Bekasi melalui Dinas PUPR berharap dapat meminimalisir penyebab banjir yang kerap terjadi di wilayah Bekasi. Seperti yang terjadi di Jalan KH. Noer Ali Kalimalang, di mana jalan tersebut merupakan jalan penghubung Bekasi-Jakarta.

 







Bekasi > Laporan Utama

Menyumbat Usaha Hingga Rugi Jutaan

Rabu, 22 Februari 2017 18:40 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Yusuf Bachtiar

Rumah Makan Padang, di Jalan Harapan Baru Dua, Kelurahan Kota Baru, Bekasi Barat. (Yusuf)
Rumah Makan Padang, di Jalan Harapan Baru Dua, Kelurahan Kota Baru, Bekasi Barat. (Yusuf)

Share this





Seperti yang dialami Ramli, pengusaha rumah makan Padang di Jalan Harapan Baru Dua.

BEKASI - Selama kurun waktu empat hari belakangan, sejumlah wilayah tergenang banjir. Seperti yang terjadi di Perumahan Harapan Baru Dua, Kelurahan Kota Baru, Bekasi Barat. Meski hari ini, Rabu (22/2/2017) banjir berangsur surut, namun sejumlah toko atau tempat usaha belum memulai aktivitas.

Seperti yang dialami Ramli, pengusaha rumah makan Padang di Jalan Harapan Baru Dua. Ia mengaku sejak tiga hari lalu, memilih menutup rumah makan lantaran banjir merendam tempat usaha kulinernya itu.

"Ya mau gimana, tempat kami saja kebanjiran. Enggak jalan, usaha stok belanjaan juga terendam banjir," kata Ramli saat dijumpai infonitas.com di Perumahan Harapan Baru Dua, Bekasi Barat, Rabu (22/2/2017).

Ia memprediksi situasi tidak kondusif pasca-banjir akan berlangsung selama satu pekan ke depan. Seperti yang dialaminya tahun lalu.

"Dalam seminggu itu, kami kerugian bisa mencapai Rp 4 juta. Soalnya kalau sudah begini kan, belum kita bersih-bersih jadi lumayan makan waktu," kata dia.

Selain Ramli, puluhan tempat usaha juga lebih memilih tutup dan mengalami kerugian. Lurah Kota Baru, Dian Apriani mencatat sedikitnya ada sekitar 50 tempat usaha yang tutup sementara akibat banjir.

"Warga yang terendam ini terdiri dari tiga RW sekitar enam ratus kepala keluarga. Kalau tempat usaha di atas ada seratus sepuluh tempat usaha. Tapi karena mereka di atas tidak semuanya terendam banjir,  memang sebagian tutup karena takut banjir. Untuk kerugian pasti mengalami kerugian karna kan aktivitas usaha lumpuh," kata dia.

 







Bekasi > Laporan Utama

Ini Nomor Laporan Bagi Warga Bekasi

Rabu, 22 Februari 2017 17:38 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Yusuf Bachtiar

Banjir di Bekasi. (Yusuf)
Banjir di Bekasi. (Yusuf)

Share this





Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Bekasi, Edy Sukamto sebut memiliki berbagai pelayanan laporan warga.

BEKASI SELATAN - Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Edy Sukamto mengatakan warga terkena dampak bencana banjir dapat melakukan pelaporan dengan beberapa cara. Yaitu melalui kelurahan daerah tempat tinggal atau menghubungi kantor BPBD di (021)28088811.

"Pelaporan bisa lewat telepon. Lalu bisa juga melalui aparatur kecamatan dan kelurahan dalam bentuk tertulis," ujar Edy saat ditemui infonitas.com di Bekasi, Rabu (22/2/2017).

Menurut dia, laporan tercepat akan segera ditindaklanjuti. Edy meminta keterangan lebih lanjut mengenai lokasi dan keadaan.

"Setelah kami terima laporan dari masyarakat, kami akan melihat lokasi di mana, kedalaman berapa, jumlah warga yang terdampak berapa. Itu yang pasti, kami tanya tatkala mereka melaporkan kejadian," kata dia.

Sementara untuk titik posko banjir, Edy mengatakan bahwa BPBD Kota Bekasi saat ini memiliki dua posko permanen. Posko pertama berada di kantor BPBD, Komplek Kantor Pemerintah Kota Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Bekasi berfungsi sebagai posko logistik.

Posko kedua ada di Pondok Gede Permai (PGP). Posko PGP berfungsi sebagai Posko titik evakuasi dan penempatan relawan.

"Untuk Posko yang ada di kelurahan dan kecamatan sifatnya tentatif, situasional. Biasanya lurah dan camat akan langsung turun ke lapangan. Jadi tidak langsung diturunkan ke warga. Tapi berhenti di kelurahan dan kecamatan, baru diberikan ke lokasi bencana,"pungkasnya.

 







Bekasi > Laporan Utama

Posko Kesehatan Ramai Pasien

Rabu, 22 Februari 2017 16:21 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Yusuf Bachtiar

Posko Kesehatan Bekasi Barat. (Yusuf)
Posko Kesehatan Bekasi Barat. (Yusuf)

Share this





Akibat banjir banyak penyakit, warga kompak periksakan kesehatan.

BEKASI - Banjir melanda Perumahan Oskar, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.  Warga terancam terkena berbagai penyakit dari musibah yang juga menimpa banyak wilayah Bekasi dan Jakarta.

Bertempat di sekretariat RW 12, Posko Kesehatan disediakan oleh kelurahan. Seketika, posko itu ramai dikunjungi pasien pasca-banjir yang melanda selama kurun waktu tiga hari belakangan.

"Iya, ini yang kami obati kondisi pasca-banjir. Jadi kami buka posko banjir. Jadi penyakit gatal-gatal, atau bisa juga yang punya darah tinggi kambuh karena stres membersihkan rumah," kata Eka Anita selaku Petugas Kesehatan Posko Banjir Kelurahan Kota Baru, Bekasi, Rabu (22/2/2017).

Rahmat (40), seorang warga mengaku keberadaan posko kesehatan untuk warga yang terdampak banjir sangat membantu. Sebab, menurut dia, air banjir yang kotor membawa banyak penyakit. Apalagi, dampak bagi anak dan lansia yang mudah terjankit penyakit.

"Iya periksa darah. Darah saya tinggi , jadi berobat di sini. Banyak ngebantulah pasti," kata dia.

Kemarin, banjir merendam Perumahan Oskar menncapai ketinggian 50-90 centimeter. Rumah warga terendam rata.

 







Bekasi > Laporan Utama

Kebanjiran, Terpaksa Ngecrek di Jalan

Rabu, 22 Februari 2017 14:18 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Yusuf Bachtiar

Warga mencari dana tambahan dengan ngecrek di jalan. (Yusuf)
Warga mencari dana tambahan dengan ngecrek di jalan. (Yusuf)

Share this





Bermodalkan kaleng bekas dan baskom, para korban meminta sumbangan kepengguna jalan yang melintas di sepanjang jalan sisi Kali Baru Barat.

BEKASI - Guna mencukupi kebutuhan logistik dan makanan, korban banjir di Kelurahan Kota Baru, RT 1 RW 02, Kecamatan Bekasi Barat, meminta sumbangan dengan ngecrek di pinggir jalan. Bermodalkan kaleng bekas dan baskom, para korban meminta sumbangan kepengguna jalan yang melintas di sepanjang jalan sisi Kali Baru Barat.

Salah satu korban banjir mengatqakan sejak banjir dua hari lalu, kebutuhan bantuan logistik dan makanan sangat minim. Hal ini yang menyebabkan warga meminta sumbangan dengan mengecrek di pinggir jalan.

"Bantuan kan emang terbatas, perahu karet aja kita belum ada, jadi gak mungkin cukup. Makanya kami ngecrek minta sumbangan," kata Ayu kepada infonitas.com di Kecamatan Bekasi Barat, Selasa (21/2/2017).

Banjir melanda wilayah RT/RW 1/02 Kelurahan Kota Baru itu mengakibatkan 60 Kepala Keluarga (KK) harus mengungsi ke posko banjir. Rencananya uang hasil sumbangan tersebut akan dipergunakan untuk kebutuhan makan korban banjir di pengungsian dan juga untuk memenuhi kebutuhan susu dan makanan anak.

“Iya tiap banjir kita cewek pasti bantuin begini. Kami mulai dari pagi, kalau jumlahnya mah gak tau dah kita mungut doang. Yang ngitung ibu-ibu didapur. Ya buat makan korbab banjir di sini," kata dia.

Khairil yang juga korban banjir mengatakan, kegiatan ngecrek meminta sumbangan itu dinilai sangat baik. Apalagi, menurut dia, kegiatan satu ini dapat menghilangkan stres akibat musibah banjir yang merendam pemukiman warga setinggi 1,5 meter.

“Iya, ini kan bisa jadi kegiatan mereka juga biar semangat yah. Gak stres mikirin banjir, karena banjir masih satu setengah meter di belakang sana," ujar Khairil sambil menanti sumbangan masyarakat.

 







Bekasi > Laporan Utama

Dinas Sosial Kota Bekasi Gelar Pengobatan Gratis

Rabu, 22 Februari 2017 13:47 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Yusuf Bachtiar

 Kegiatan pengobatan gratis di Pelataran Kantor Dinsos Kota Bekasi, Jalan Ir  Juanda, Bekasi Timur, Rabu (22/2/2017). (Yusuf)
Kegiatan pengobatan gratis di Pelataran Kantor Dinsos Kota Bekasi, Jalan Ir Juanda, Bekasi Timur, Rabu (22/2/2017). (Yusuf)

Share this





Para pasien merupakan masyarakat tidak mampu yang direkomendasikan oleh pihak kelurahan dan kecamatan.

BEKASI TIMUR - Dalam rangka menyambut HUT Kota Bekasi ke-20, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bekasi menggelar kegiatan pengobatan gratis untuk warga di Pelataran Kantor Dinsos Kota Bekasi, Jalan Ir  Juanda, Bekasi Timur, Rabu (22/2/2017).

"Acara ini dalam rangkaian hut kota bekasi ke 20. Dinsos mengadakan baksos dan pemeriksaan kesehatan untuk 250 warga. Ini juga untuk menanggulangi masyarakat yang saat ini belum mau melakukan pengobatan. Maka kami lakukan kegiatan ini melalui dinas terkait agar mengajak masyarakat melalui kecamatam dan kelurahan untuk pengobatan gratis dan baksos di sini," ujar Kepala Bidang Penanganan Masyarakat Miskin, Teti Handayani di lokasi acara, Bekasi Timur, Rabu (22/2/2017).

Para pasien merupakan masyarakat tidak mampu yang direkomendasikan oleh pihak kelurahan dan kecamatan. Mereka telah lebih dahulu diperiksa melalui Kepala Seksi Dinsos.

"Pasien mulai dari anak-anak hingga lansia. Dan penyakit yang kami periksa adalah medical check up, telinga, mata, gigi, pengobatan umum serta katarak, struk ringan, rematik, batuk – pilek. Semua kami atasi termasuk yang meriang akibat kebanjiran," kata dia.

Tujuannya, lanjut dia, supaya dapat mendeteksi kesehatan masyarakat.

"Kalau berat, kami rujuk ke rumah sakit. Kami juga fasilitasi pembuatan SKTM untuk rujukan ke rumah sakit  tersebut manakala mereka belum punya kartu sehat," pungkasnya.

 







Bekasi > Laporan Utama

Bingung Jalur Alternatif, Puluhan Motor Mogok di Kalimalang

Selasa, 21 Februari 2017 18:04 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Yusuf Bachtiar

Puluhan kendaraan mogok di Kalimalang
Puluhan kendaraan mogok di Kalimalang

Share this





Jebolnya tanggul Kalimalang sebabkan banjir akibat air sungai tersebut meluap ke sepanjang ruas jalan di sekitar Bekasi, Selatan hingga Cawang, Jakarta Tim

BEKASI - Banjir yang terjadi di Jalan Kalimalang, tepatnya di Lampu merah Caman, Bekasi Selatan hingga kini belum juga surut. Ketinggian air yang masih mencapai 30 sampai 40 sentimeter memyebabkan puluhan kendaraan roda dua mogok usai menerobos banjir.

Mesin kendaraan yang tidak dapat dinyalakan akibat air masuk melalui knalpot dan membasahi busi motor. "Iya tadi si gak tau kalo bakal mogok, ternyata banjirnya lumayana tinggi," Ucap Akbar salah satu pengendara motor, Selasa (21/2/2017).

Terlihat, para pengendara sepeda motor yang hendak melaju dari arah jakarta ke Bekasi terpaksa harus menerobos banjir karena tidak tahu jalur alternatif selain melalui Jalan Kalimalang. "Dari arah Jakarta mau ke Bekasi kan emang taunya lewat sini doang," Terangnya

Pengendara lain yang juga mengalami nasib yang sama seperti Akbar. Ia mengatakan, rata-rata motor yang mogok motor jenis matic, karena posisi knlapot yang rendah menyebabkan air mudah masuk.

"ini dibantu warga sama bongkar busi sama kuarin air di knalpot," Terang Jamal.

Penanganan banjir sendiri saat ini pemkot bekasi telah menurunkan satu unit mesin pompa air. Warga sekitar lokasi banjir memanfaatkan situasi ini dengan memberikan bantuan servis ratusan motor yang mogok usai menerjang bankir di Jalan Kalimalang.







Bekasi > Laporan Utama

Jalur Bekasi-Jakarta Via Kalimalang Ditutup

Senin, 20 Februari 2017 16:10 WIB
Editor : Wahyu AH | Sumber : DBS

Istimewa
Istimewa

Share this





Penutupan jalan terjadi karena ada penyedotan air di kolong jembatan Tol JORR, Kalimalang, Bekasi.

BEKASI – Pengendara yang menuju Jakarta via kolong jembatan Tol JORR, Kalimalang, Bekasi harus memutar balik. Untuk sementara, jalan ditutup karena sedang ada proses penyedotan air. Sedangkan arah Jakarta ke Bekasi tetap dibuka.

“Saat ini, kami tutup sementara karena sedang dilakukan penyedotan. Soalnya mesin pompanya berada di arah Bekasi menuju Jakarta, jadi dari arah Jakarta tidak ditutup,” ujar Kanit Lantas Polsek Bekasi Selatan AKP Winarsih di lokasi, Senin (20/2/2017).

Winarsih mengimbau agar warga memilih alternatif lain, baik yang akan menuju Jakarta atau sebaliknya. bagi kendaraan dari arah Bekasi menuju Jakarta bisa melalui Tol Bekasi Barat, Pekayon atau pun Kranji. Sedangkan dari arah Jakarta menuju ke Bekasi diharapkan melalui jalan Bintara.

“Meski tidak ditutup, kondisi jalan juga terendam air. Khawatir mogok, tandasnya.







Bekasi > Laporan Utama

Pembangunan Markas Baru Polres Bekasi Dimulai

Senin, 20 Februari 2017 14:54 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yusuf Bachtiar

Peletakan batu pertama
Peletakan batu pertama

Share this





Target pengerjaan pembangunan markas Baru Polres Bekasi memakan waktu 2 tahun.

BEKASI  - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meletakkan batu pertama pembangunan markas baru Polres Metro Bekasi Kota di Jalan Pengeran Jayakarta, Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medan Satria Bekasi, Senin (20/2/2017).

Bangunan berdiri di atas lahan 5.000 meter persegi hibah dari PT Summarecon Agung Tbk. Adapun pembangunannya akan dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bekasi.

Target pengerjaan akan memakan waktu 2  tahun. Menggunakan alokasi anggaran dari APBD Kota Bekasi tahun 2017 dan 2018 senilai Rp 38 miliar.

"Untuk tahap awal ini dana yang dikucurkan Rp 5 miliar untuk pematangan lahan, dana selanjutnya akan bergulir sesuai kebijakan legislatif," paparnya.

Menurut Rahmat, ini merupakan bukti bahwa Pemkot Bekasi selalu bersinergi dengan pihak kepolisian dan swasta dalam mewujudkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat. “Nantinya, bangunan markas polres terdiri dari enam lantai,” tuturnya.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombespol Umar Surya Fana mengapresiasi kebijakan Pemkot Bekasi dan manajemen Summarecon atas bantuan tersebut.

"Saya atas nama jajaran Polri mengapresiasi dan berterimakasih kepada Pemerintah Kota Bekasi ,mungkin baru ini kebijakan daerah terhadap instansi vertikal begitu besar,terlebih diatas gedung Polres Metro Bekasi Kota nanti akan tersedia Hellypad, begitu megahnya gedung ini nantinya," ucap Umar di lokasi sama.

Bila sudah jadi, markas Polres Bekasi yang lama nantinya akan dimanfaatkan sebagai tempat pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) serta rumah dinas anggota polisi setempat.







Bekasi > Laporan Utama

2 Perumahan di Tambun Terendam Banjir

Minggu, 19 Februari 2017 21:13 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Yusuf Bachtiar

Banjir di Griya Satria Pesona, Tambun, Bekasi, Minggu (19/2/2017). (Yusuf)
Banjir di Griya Satria Pesona, Tambun, Bekasi, Minggu (19/2/2017). (Yusuf)

Share this





Banjir melanda kawasan Perumahan Griya Satria Pesona dan Perumahan Satria Residence, Desa Setia Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Bekasi.

BEKASI - Hujan deras tak hanya mengguyur Jakarta. Bekasi, pada Minggu (19/2/2017) juga mengalami curah hujan tinggi dan mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah. Banjir melanda kawasan Perumahan Griya Satria Pesona dan Perumahan Satria Residence, Desa Setia Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Bekasi.

Atas curah hujan hampir sepanjang hari itu, Kali Busa yang berada di kawasan perumahan tersebut meluap ke pemukiman warga hingga setinggi 70 centimeter.

Menurut catatan Ketua RW 14, Hasanudin, sebanyak 130 Kartu Keluarga (KK) terpaksa mengungsi. Sampah yang menumpuk di Kali Busa, kata dia, menjadi faktor utama banjir di wilayah tersebut.

"Dampak dari banjir ini mengakibatkan dua RT terendam, RT 9 dan 10. Serta ditambah pemukiman warga di Perumahan Satria Residence sebanyak 45 KK," kata Hasanudin kepada infonitas.com di Perumahan Griya Satria Persona, Tambun Utara, Bekasi, Minggu (19/2/2017).

Menurut dia, tumpukan sampah di Kali Busa ikut terbawa arus air dan memasuki kawasan rumah warga.

"Normalisasi kali pernah kami lakukan. Tapi karena gorong-gorongnya sempit, sampah-sampah itu menyambut hingga menumpuk," kata dia.

Sejak beberpa bulan lalu, kata dia, sudah melakukan kordinasi ke Desa Setia Jaya, dan Pihak Kecamatan Tambun Utara. Tetapi, ia mengatakan sampai sekaramg belum ada tindakan yang dilakukan.

"Ini kalau hujan minimal 3 jam, sudah pasti air kali meluap dan rumah warga pasti banjir," keluhnya.

Semetnara, warga yang rumahnya terendam banjir diungsikan ke Musholah dan posko Banjir yang dibuat atas dasar swadaya masyarakat. Banjir yang melanda Perumahan Griya Satria Pesona dan Perumahan Satria Residence memurut Hasanudin baru akan surut sekitar satu hari ke depan