Bekasi > Laporan Utama

Nasib Transportasi Tua

Bajaj Baru Masuk Bekasi, Nih Tanggapan Warga

Kamis, 13 April 2017 15:50 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Yusuf Bachtiar

Pangkalan Bajaj di Bekasi.
Pangkalan Bajaj di Bekasi.
Foto : Yusuf Bachtiar

Share this








Pro dan kontra warga mewarnai Kota Bekasi terkait kehadiran Bajaj belum lama ini.

BEKASI - Kehadiran Bajaj di Kota Bekasi yang mulai beroperasi sejak medio Oktober 2016 lalu mendapat tanggapan beragam dari khalayak. Ada yang menilai, kehadiran Bajaj hanya akan menambah kemacetan dan ada pula menganggap Bajaj merupakan sebuah solusi dalam menyediakan ketersediaan layanan tranportasi umum yang nyaman dan ramah lingkungan.

Seperti yang diutarakan Supyan Limpong, warga Bekasi Utara ini menilai kehadiran Bajaj merupakan kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi yang tidak terlalu terasa kehadirannya. Menurutnya, kehadiran Bajaj tidak begitu signifikan bagi dirinya.

"Ya kalo menurut saya kurang terasa aja. Lagian jumlah belum begitu banyak dan trayeknya gak boleh lewat jalan ptotokol kan," kata Supyan kepada infonitas.com di Bekasi, Kamis (13/4/2017)

Jika ditanya Bajaj sebagai transportasi yang nyaman dan ramah lingkungan, dia pun setuju. Terlebih bahan bakar yang digunakan Bajaj yaitu bahan bakar gas, lebi murah dan ramah lingkungan ketimbang bahan bakar bensin.

Baca : Anies : Jakarta Tidak Boleh Ada Anak Kelaparan

"Ya, asal ke depannya enggak bikin macet, saya sih setuju aja ada Bajaj. Berharap sih,pemerintah bisa ke depannya menata jangan sampai keburu semerawut baru ditata, kan percuma kalk gitu," ujar dia.

Lain halnya dengan Rizky, ia menilai kebijakan Pemkot Bekasi melegalkan operasional Bajaj di Bekasi merupakan sebuah kebijakan yang tidak penting. Menurutnya, kebutuhan akan transportasi massal akan jauh lebih penting ketimbang tansportasi umum seperti Bajaj yang sifatnya tranportasi sistem sewa per penumpang.

"Mending bikin kebijakan yang lebih mentingin transportasi massal yang nyaman dan murah karena kan kebutuhan akan transportasi massal yang murah dan nyaman jauh lebih dibutuhkan,"kata dia.