Selasa, 14 November 2017 15:24:00
Editor : Fauzi | Reporter : Indah Mulyanti
Upah Buruh
Ilustrasi Penolakan Upah Murah.
Foto : istimewa
 

BEKASI – Ketua APINDO Kota Bekasi Purnomo Narmiadi menilai, besaran UMK Bekasi 2018 yang naik sebesar 8,71 persen sudah layak dan lebih baik dibanding UMP Jawa Barat maupun UMK daerah lainnya. Dengan kenaikkan ini, UMK Bekasi 2018 menjadi Rp 3.914.933.

Purnomo mengatakan, pemerintah hendaknya jangan terlalu tinggi menetapkan UMK, lantaran kenaikkan UMK bisa menjadi masalah bagi perusahaan menengah ke bawah yang ada di Kota Bekasi.

“Secara global tidak ada masalah, dalam pengertian bagi perusahaan-perusahaan besar yang ada di Kota Bekasi. Tetapi, angka UMK yang tahun ini dan tahun sebelumnya, masih menjadi masalah bagi perusahaan menengah kebawah,” ungkap Purnomo Narmiadi, Selasa (14/11). 

Menurut Purnomo, persoalan itu lantaran belum tercapainya kapasitas perusahaan menengah ke bawah untuk menyetarakan angka UMK yang ditetapkan oleh Pemerintah, sebagaimana diatur dalam PP No. 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. 

“Jumlah ini bagi mereka masih berat, sehingga di antara perusahaan-perusahaan di Kota Bekasi, masih banyak perusahaan yang belum mampu membayar upah minimum ini sesuai ketentuan. Kenapa? Karena fasilitas dan kapasitas mereka sebagai perusahaan menengah ke bawah,” ungkapnya. 

Ia menambahkan, APINDO Kota Bekasi merasa nilai UMK Bekasi yang naik 8,71 persen sudah layak, mengingat UMP di Provinsi Jawa Barat hanya Rp 1.544.360.
 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda