Bekasi > Laporan Utama

5 Arahan Komisi II DPRD Kota Bekasi Terkait Dewan Transportasi

Kamis, 20 April 2017 13:11 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu

rapat Komisi II DPRD Kota Bekasi
Suasana rapat Komisi II DPRD Kota Bekasi
Foto : istimewa

Share this





Komisi II DPRD Kota Bekasi memberi 5 arahan agar efektivitas Dewan Transportasi bisa dirasakan masyarakat.

BEKASI - Komisi II DPRD mengapresiasi pembentukan Dewan Transportasi Kota Bekasi oleh pemerintah daerah. Sebab, keberadaannya memang sangat vital bagi suatu kota.

“Saya mengapresiasi Pemerintah Kota Bekasi yang sudah membentuk dan melantik Dewan Transportasi. Kita memang butuh ini. Kota-kota di dunia juga banyak yang sudah punya Dewan Transportasi,” ucap anggota Komisi II Muhammad Kurniawan kepada infonitas.com, Rabu (12/4/2017).

Namun harus terarah dan terukur sehingga efektivitasnya dapat dirasakan betul oleh masyarakat Kota Bekasi. Politisi muda asal fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini memberikan 5 poin catatan sekaligus arahannya terkait kinerja Dewan Transportasi Kota Bekasi:

Pertama, Dewan Transportasi Kota Bekasi tidak sekadar simbolik tapi juga mampu menunjukkan kinerjanya dengan serius. Ini sangat penting. Dewan Transportasi Kota Bekasi harus mampu menyerap dan memberikan ruang bagi partisipasi publik yang jauh lebih luas untuk memberikan kontribusi ide dan gagasannya terhadap pembangunan di Kota Bekasi.

Selama ini, kata Kurniawan, masyarakat tidak memiliki saluran yang jelas dalam memberikan masukan, ide dan gagasan kepada eksekutif dalam pembangunan sistem transportasi. “Jadi, dewan transportasi juga bisa menjadi ruang partisipasi publik. Dewan dipersilakan membuat instrumennya,” ucap Kurniawan.

Kedua, kebijakan transportasi publik di kota-kota besar basisnya adalah kajian yang jelas. Sebagai contoh moda transportasi bajaj yang sekarang masih dalam ujicoba. Organda mengatakan ada kajiannya namun hingga kini DPRD tidak pernah mendengar rumusan hasil kajiannya.

“Bukankah kajian-kajian itu sendiri sudah banyak dilakukan di Bappeda, Dishub, dan ini harusnya bisa dielaborasikan oleh Dewan Transportasi Kota Bekasi. Harus dilihat bagaimana sesungguhnya tatanan transportasi lokal di kota Bekasi yang ideal hari ini dan masa depan dan mereka harus mampu memberikan kontribusi forcasting transportasi, kedepan itu tren transportasi di kota Bekasi akan seperti apa,” paparnya.

Ketiga, Dewan Transportasi harus mampu memberikan ide-ide segar terkait narasi baru dalam membentuk rencana kerja di kota Bekasi khususnya pada sektor transortasi.

“Kami menyadari, dari tahun ke tahun, rencana kerja SDM di Dinas Perhubungan begitu-begitu saja. Tidak ada terobosan yang berarti. Semoga nanti ini dapat dibenahi,” imbuhnya.

Keempat, Dewan Transportasi harus banyak merangkul stakeholder di bidang transportasi di Kota Bekasi. Bukan hanya Organda, tetapi juga para pengguna jalan, termasuk pengguna sepeda.

Kelima, pihaknya juga sangat menyayangkan sampai saat ini DPRD belum mengetahui siapa saja personil lengkap Dewan Transportasi.

"Ada para pakar yang bisa memberikan warna baru dalan dunia transportasi di kota Bekasi, tapi juga kita berharap 20 orang personil Dewan Transportasi dan 7 tenaga ahli ini dapat bekerja secara efektif dan kami di komisi II menunggu untuk bisa bersinergi dengan Dewan Transportasi juga tidak menafikan tupoksinya Dinas Perhubungan yang sesungguhya akan lebih dominan nantinya sebagai eksekutor," tutupnya.