Jumat, 29 Juni 2018 13:17:00
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Leny Kurniawati
Sudah Coba Ayam Goreng Islami ? Datang Saja ke Ayyasy
Ayyasy Fried Chicken hadir di Jalan Raya Hankam, Pondok Gede sejak 7 April 2017.
Foto : Leny Kurniawati
 

BEKASI - Banyaknya pilihan restoran ayam goreng cepat saji saat ini, terutama kaum muslim yang menginginkan makanan yang disantap sesuai syariah Islam.

Tak perlu khawatir, saat ini ada restoran fried chicken berkonsep Islami bernama Ayyasy. Hadir di Jalan Raya Hankam, Pondok Gede sejak 7 April 2017.

Supervisor Ayyasy Emilya menuturkan, selama ini pecinta fried chicken di Indonesia yang mayoritas muslim, memiliki kekhawatiran mengenai proses pemotongan ayam yang dikonsumsi. 

“Ini yang melatar belakangi kami mendirikan Ayyasy Fried Chicken. Lengkapnya Ayyasy Middle Eastern Freid Chicken. Restoran fried chicken yang syar’i dan halal,” ungkap wanita yang akrab disapa Emil, Kamis (28/6/2018).

Menurut Emil, berdiri di atas lahan seluas 1,7 hektar, ayam goreng di sini memiliki ciri khas rasa agak pedas. Pasalnya, adanya lada pada bumbu yang digunakan dan mengambil konsep Timur Tengah.

Juga ada white sauce yang diracik sendiri, serta memiliki sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Antusiasnya masyarakat menanti saus sambal tomat dan white saus. Apalagi rasa rempah yang dikombinasi dengan white sauce yang membuat berbeda dengan restauran lain," jelasnya.

Untuk makanan favorit, ada nasi mariam. Dimana, nasinya seperti briyani dengan rempah dan olahan ayam seperti fried chicken. Kemudian penyajian dipadukan dengan white sauce. Best seller fillet yang tanpa tulang dan perpaduan sayur kemudian dengan white sauce.

Lanjutnya, asal mula restoran berkembang dimiliki oleh Bapak Hamid. Ayyasy diangkat dari restoran di Arab. Sang pemilik memang ingin memiliki usaha dimana tidak mementingkan keuntungan namun, lebih mengangkat kemasyarakatan.

Hal itu alasan beliau hadir ditengah masyarakat. Pasalnya, sebelum dikenal oleh orang luar maka harus dekat dengan masyarakat sekitar dulu. Apalagi mereka bisa menerima kehadiran kita dari masyarakat lebih dulu. 

"Kami berbeda dari lain karena mengusung konsep Islami. Juga bahan baku yang kita ambil harus memiliki surat dan sertifikasi sehingga pengunjung bisa memastikan halal apalagi dilengkapi dengan sertifikasi yang menandai halal," terang Emil. 

Kemudian, saat customer ke tempat Ayyasy pegawai kita mengucapkan salam yang tulus dan hangat ketika datang serta melepas dengan salam juga karena setiap customer yang datang kemari berasa seperti di rumah.

"Kita mengharapkan konsep restoran lebih menghangatkan dan memberi kenyamanan bagi pengunjung yang datang agar mereka memiliki ingatan yang positif. Melalui ingatan positif membuat pengunjung ingin datang kembali," pungkasnya.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda