Kamis, 31 Mei 2018 12:13:00
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Leny Kurniawati
Owner Pizza Goreng Bogor Christandy Halim (tengah) saat berbagi dengan anak yatim di outletnya di Ruko Bantar Kemang, Jl. Raya Pajajaran No 20G, Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (31/5/2018).
Owner Pizza Goreng Bogor Christandy Halim (tengah) saat berbagi dengan anak yatim di outletnya di Ruko Bantar Kemang, Jl. Raya Pajajaran No 20G, Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (31/5/2018).
Foto : Leny Kurniawati
 

BEKASI - Berawal dari penjualan melalui online shop, kini omset Pizza Goreng Bogor telah mencapai ratusan juta per bulan.

Owner Pizza Goreng Bogor Christandy Halim menuturkan, pada tahun ketiga Pizza Goreng Bogor sudah beredar di 307 moderen market yang ada di seluruh Indonesia. Dimana, memiliki 99 reseller dan 49 sekolah di Jakarta dan Bogor. 

Memasuki tahun ke-4 pada 2018, Pizza Goreng Bogor terus melebarkan bisnisnya. Chris membuka outlet Pizza Goreng di Jl. Pajajaran yang buka mulai pukul 09.00 WIB - 19.00 WIB. Dengan didukung 51 karyawan, pria berkacamata ini terus mengembangkan bisnisnya.

“Untuk tawaran franchise sebenarnya sudah ada tetapi kami yang belum siap. Mungkin tahun depan kita sudah siap,” kata Chris.

Sebelum Chris membuka usaha Pizza Goreng, ia mengaku sempat bekerja selama 5 tahun terlebih dahulu. Dari hasil tabungannya, lalu dia merintis usaha Pizza Goreng bersama Indosaji dengan modal Rp 500 juta.

"Saat ini Pizza Goreng bisa memproduksi 5.000 pizza per hari dengan omset per bulan mencapai Rp 800 juta," ungkap dia.

Menurutnya, peningkatan bisnis mulai dirasakan pada tahun pertama dan tahun kedua dengan prosentase kenaikan mencapai 400 persen.

“Tahun ketiga saya masuk ke modern market karena di sana kenaikannya tetap stabil. Walaupun naiknya paling 10 persen tetapi stabil. Berbeda dengan online yang bisa naik dan bisa turun cepat, “ pungkasnya.

 

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda