Bekasi > Komunitas

Komunitas Sketsa, Gencar Lakukan Aksi Sosial

Rabu, 21 Desember 2016 15:36 WIB
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Akb

Komunitas Sketsa
Foto : Ibnu Wibowo

Share this








Komunitas - Berdasarkan data dari Dinas Pembangunan dan Pemukiman Kota Bekasi, rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kota Bekasi mencapai 2.750 unit. Berbagai cara ditempuh Pemkot Bekasi untuk mengatasi persoalan ini. Pada 2016, program rutilahu mencapai 182 unit yang tersebar di tingkat kelurahan se-Kota Bekasi. “Pembangunan sebuah daerah tidak hanya tugas pemerintah saja. Butuh peran aktif semua pihak, masyarakat salah satunya,” kata Gogom, Humas Komunitas Solidaritas Kesejahteraan Sosial (Sketsa).

Komunitas Sketsa merupakan perkumpulan pemuda yang memiliki kepedulian pada masyarakat kurang mampu untuk merenovasi rutilahu di wilayah Bekasi. “Awalnya, salah satu dari kami melihat ada rumah tidak layak huni di wilayah Babelan, namun masih ditempati nenek beserta anak perempuan dan cucunya. Terlintas ide untuk membantu merenovasi rumah tersebut,” jelasnya. Hal inilah yang melatarbekangi komunitas ini berdiri. Komunitas Sketsa dideklarasikan pada 2013.

Gogom mengatakan aksi sosial yang dilakukan Komunitas Sketsa didanai oleh 25 anggota komunitas ini dan para donatur. “Biaya renovasi rumah kami kumpulkan dari ngamen, keuntungan warung, dan bantuan warga sekitarnya maupun donatur. Terkumpul sekitar Rp 15 juta. Kami pun mendapat bantuan dari kelurahan,” tuturnya.

Aksi sosial Komunitas Sketsa terus berlanjut. Rencananya, lanjut Gogom, pihaknya akan menggandeng Yayasan Baitul Rahman untuk mendirikan rumah singgah. “Rumah singgah ini diperuntukkan bagi anak-anak yang ingin belajar maupun mengasah bakat dan kemampuannya. Semoga menjadi wadah untuk mencetak generasai muda yang unggul dan kreatif.”

Selain itu, tambah Gogom, komunitas yang rutin menggelar pertemuan satu kali dalam dua pekan ini juga kerap menggelar diskusi sosial. “Kami tidak ingin hanya sekadar nongkrong saja, namun kami mengajak anak muda untuk tetap peduli terhadap masyarakat sekitarnya. Diskusi yang kami gelar membahas program-program kami selanjutnya. Kami pun kerap menyantuni anak yatim,” tutupnya.