Jumat, 12 Oktober 2018 17:38:00
Editor : Fauzi | Sumber : DBS.
Ini Waktu Tepat Mengajak Anak Mengenal Makan Sayur
Ilustrasi.
Foto : istimewa
 

BEKASI – Mengajak anak makan sayur bukan perkara mudah. Selain lebih menyenangi makanan manis, anak juga lebih suka makanan instan yang tidak baik untuk kesehatannya. Sementara, sayur yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya, justru tidak disukai dan tidak jarang kebiasaan ini terbawa hingga dewasa.

Sejatinya, ada beragam trik untuk mengajari anak mengenal dan mengonsumsi sayur, termasuk harus diketahui pula waktu yang tepat untuk mengenalkan sayuran pada anak. Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes mengungkapkan, anak bisa dikenalkan dengan sayur saat berusia 6 bulan, saat memasuki periode makanan pendamping ASI (MPASI) pertama. “Saat ini sayur sudah bisa diberikan untuk anak, tapi dicampur dengan makanan seperti tepung, (atau) nasi yang dibikin bubur,” ujarnya di sela-sela peluncuran ‘Dancow Inspiring Mom 2, Kamis (9/8).

Lantas, kapan usia yang tepat untuk mengenalkan sayuran dalam bentuk utuh untuk anak? Rita menerangkan, hal ini bisa dilakukan saat anak memasuki usia 8 bulan, dimana anak tengah dalam periode untuk memasukan berbagai benda ke dalam mulutnya. “Awalnya anak akan merasa tidak nyaman dengan rasa sayuran yang cenderuh basa, namun biarkan anak mengenal rasa tersebut. Ini bisa dilakukan berulang-ulang dengan sayuran jenis lain dan lakukan hingga anak berusia setahun. Setelah usia setahun dan anak sudah terbiasa makan sayur utuh, anak tidak akan menolak sayur,” lanjutnya.

Untuk periode ini, jenis sayur yang dianjurkan yakni daun bayam, labu siam, tomat tanpa kulit, buncis muda dan wortel. Setelah fase ini, saat anak menginjak usia 10 bulan menurut Rita baik untuk mengenalkan anak dengan jenis sayuran lainnya. Bagaimana jika anak baru mengenalkan dan membiasakan anak makan sayur setelah berusia setahun?

“Anak berusia lebih dari setahun masih bisa diajak untuk mengenal dan makan sayur secara bertahap, misalnya dengan menyembunyikan sayur dalam makan, sambil orangtua memberi contoh atau sugesti positif, menceritakan hal baik tentang sayur, agar anak bisa menerimanya,” pungkas Rita.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda