Bekasi > Kesehatan

Begini Prosedur Tindakan Pergantian Tulang Lutut

Rabu, 09 Mei 2018 19:00 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Leny Kurniawati

Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Siloam Hospitals Lippo Cikarang memperkenalkan metode operasi pergantian lutut atau Total Knee Replacement (TKR).
Foto : Leny Kurniawati

Share this








Siloam Hospitals Lippo Cikarang memperkenalkan metode operasi pergantian lutut atau TKR. Begini prosedurnya.

BEKASI – Siloam Hospitals Lippo Cikarang memperkenalkan metode operasi pergantian lutut atau Total Knee Replacement (TKR). Adalah operasi penggantian sendi lutut (arthroplasty) dengan bahan logam dan plastik (polyethylene).

Permukaan tulang bawah diganti dengan logam datar yang beralaskan plastik. Berperan sebagai tulang rawan. Bagian bawah tempurung lutut juga bisa diganti dengan plastik. 

Menurut dr. Poetranto Hari, SpOT, prosedur itu dilakukan apabila pengobatan secara medis, baik terapi obat, fisioterapi, maupun terapi lainnya tidak dapat lagi mengurangi nyeri atau kecacatan yang terjadi karena suatu kerusakan. Lazimnya, disebabkan radang sendi (arthritis), baik karena proses penuaan atau cedera yang pernah diderita sebelumnya. Atau, penyakit autoimun seperti rematik yang membuat pasien mengonsumsi obat-obatan steroid dalam jangka panjang. 

“Dokter akan menilai kerusakan sendi anda melalui X Ray, CT Scan, atau MRI. Terkadang evaluasi detail memerlukan arthroscopy, suatu kamera kecil yang dimasukan ke dalam sendi untuk menilai kerusakan sendi,” tuturnya dalam seminar yang digelar di Aula lantai 8 Siloam Hospitals Lippo Cikarang, Selasa (8/5/2018).

Proses operasi dilakukan 7-8 inch di atas lutut. Pasien beristirahat di rumah sakit selama 3-5 hari. Fase recovery berlangsung dari 1-3 bulan. Setelah dilakukan operasi, biasanya pasien akan dapat berjalan kembali dan nyeri sendi berkurang secara nyata. Waktu operasi kurang lebih berlangsung selama 2 hingga 3 jam.

“Setelah dilakukan prosedur Total Knee Replacement, pasien dianjurkan menghindari kegiatan seperti, lari atau jogging, latihan yang terlalu padat, olah raga dengan perputaran, seperti tenis, bola basket, dan sepak bola,” lanjutnya.

Pada hari pertama dan kedua pasca operasi, pasien lazimnya diberikan terapi di paralel bars. Pasien kemudian berlanjut ke tongkat atau walker (dengan 2 tongkat atau kruk) untuk 6 pekan pertama. "Pasien maju ke satu kruk atau tongkat, yang dilanjutkan untuk 6 pekan berikutnya. Sekitar 70 persen pasien dapat berjalan tanpa alat bantu dalam waktu 3 bulan," pungkasnya.

 

Berita Terkait